ariririta.com

Selasa, 01 Maret 2016

Berita Populer



 Di Kampungnya, Mantan Preman Kalijodo Ini Memilih Jadi Sopir Angkot
 
KOMPAS.Com/JUANEDI Udin Gondrong, mantan penguasa Kalijodo sebelum Daeng Azis. Udin kini memilih menjadi sopir dan hidup sederhana bersama istri dan anak-anaknya di kampung halamannya di Polewali Mandar Sulawesi Barat.

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com — Sebelum sosok Daeng Azis dikenal sebagai penguasa Kalijodo, ada banyak tokoh dan penguasa lain yang dikenal memiliki reputasi karena keberanian dan nyali besarnya di wilayah yang sama.

Salah satunya adalah Udin Gondrong, yang berasal dari Mandar, Sulawesi Barat. Udin yang bergabung dengan Macan Mandar ini sempat menjadi penguasa Kalijodo yang disegani selama bertahun-tahun.

Kini, Udin Gondrong memilih bertobat dan meninggalkan dunia hitam.

"Saya bersyukur bisa lepas dari kehidupan dunia glamor Kalijodo," kata Udin Gondrong.

Udin kini memilih hidup sederhana menjadi sopir angkot di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang jauh dari ingar bingar kehidupan Kalijodo di Jakarta.

"Saya sekarang hidup lebih tenang dan hidup sederhana bersama istri dan anak-anak saya tanpa rasa khawatir," sebutnya.

Meskipun penghasilannya sebagai sopir angkot tergolong kecil dibandingkan saat ia menjadi penguasa Kalijodo yang mendapat setoran, Udin mengaku kini hidup lebih tenang dan bahagia bersama keluarganya.

Saat ditemui sejumlah awak media, Udin menceritakan banyak hal mengenai Kalijodo pada era tahun 1990-an hingga tahun 2000.

Menurut Udin, saat itu Daeng Azis bukanlah preman yang disegani dan diperhitungkan. Namun, karena memiliki modal banyak, Daeng Azis membangun sebuah bar hingga berkembang pesat dan menjadi penguasa Kalijodo.

Udin menyebutkan, berakhirnya masa keemasan preman asal Mandar, yang dikenal dengan sebutan Macan atau Mandar Macanga yang berarti "para pemberani", bermula saat terjadinya perebutan kekuasaan di Kalijodo dengan kelompok Bugis yang bergabung dengan kelompok Banten dan kelompok Kulon.

Kombes Krishna Murti yang ketika itu merupakan Kapolsek Penjaringan memediasi kelompok Makassar dan Mandar.

"Setelah ada kesepakatan damai pimpinan kelompok Mandar, Pak Usman memilih menarik diri untuk mencegah bertambahnya korban. Pak Usman meninggalkan Kalijodo dan memilih hidup di Palu," sebutnya.

"Anak-anak Mandar kemudian menyebar ke berbagai tempat sampai akhirnya Daeng Aziz yang menguasai Kalijodo," tambah dia. 
 
KOMPAS.Com/JUNAEDI Udin Gondrong, mantan penguasa Kalijodo sebelum Daeng Azis. Udin kini memilih menjadi sopir dan hidup sederhana bersama istri dan anak-anaknya di kampung halamannya di Polewali Mandar Sulawesi Barat.
Di mata istrinya, Nurhaeda, sosok Udin Gondrong adalah bapak yang bertanggung jawab terhadap keluarga.

"Tampang kumis tebal dan rambut gondrong memang menyeramkan, tetapi dia sosok bapak yang penyayang dan bertanggung jawab," ujar Nurhaeda, yang ditemui di rumahnya, Senin (29/2/2016).

Nurhaeda mengaku lega, suaminya bisa melepaskan diri dari jeratan kehidupan Kalijodo.

Kini, mantan preman Kalijodo yang disegani pada era tahun 1990-an tersebut hidup tenang dengan istri, tujuh putra dan putri, serta dua cucu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar