ariririta.com

Rabu, 06 Maret 2013

”Perbandingan Ajaran Mengenai Para Nabi dan Rasul antara Iman Islam dengan Iman Katolik”


AJARAN ISLAM
AJARAN KATOLIK
-          Rasul adalah seorang yang mendapat wahyu dari Allah dengan suatu syariat dan ia diperintahkan untuk menyampaikan dan mengamalkannya. Rasul dapat menjadi pemimpin umat. 
-          Rasul pasti seorang Nabi namun tidak semua Nabi menjadi rasul. Rasul memiliki tingkatan tinggi karena menjadi pimpinan umat, sedangkan nabi tidak harus menjadi pimpinan.
-          Nabi adalah seorang yang di beri wahyu oleh Allah untuk melanjutkan syariat yang diemban oleh rasul sebelumnya dan tidak wajib menyampaikan wahyu Allah. Berbeda dengan rasul yang membawa syariat Allah dan wajib menyampaikan kepada umat.
-          Ada 25 nabi yang disebutkan dalam Al-Quran , diantaranya ada yang tidak disebut dalam Kisah Injil (Nabi Hud, Nabi Saleh, Nabi  Muhammad, Nabi Sulaiman, Nabi Luth)
Berikut Daftar Nabi Agama Islam:
1. Nabi Adam as
Nabi Adam as merupakan manusia pertama dan juga nabi pertama dalam agama Islam.
2. Nabi Idris as
Silsilah Nabi Idris as adalah, Idris bin Yarid bin Mahlail bin Qainan bin Anusy bin Syits bin Adam. Menurut kitab tafsir, nabi Idris a.s hidup selama 1000 tahun serta berdakwah kepada kaumnya yang bernama Zuriat Qabil dan Memphis.
3. Nabi Nuh as
Nabi Nuh as terkenal dengan kisah bahtera Nuh, saat bumi diliputi oleh banjir besar. Nabi Nuh a.s mendapat gelar dari Allah dengan sebutan Abdussyakur yang artinya “hamba (Allah) yang banyak bersyukur” [Al Israa' 17:3].
4. Nabi Hud as
Nabi Hud as diutus untuk kaum Ad (sekarang berada diantara wilayah Yaman dan Oman). Kaum Ad terkenal karena membangkang perintah Allah, lantas Allah menghukum mereka dengan bencana kekeringan dan di akhiri oleh dengan azab awan hitam berupa petir dan angin topan.
5. Nabi Shaleh as
Nabi Shaleh as diutus untuk kaum Tsamud. Kisahnya disebut dalam 72 ayat Al Quran. Mukjizat terkenal dari nabi Shaleh as adalah lahirnya unta betina dari celah batu dengan ijin Allah.
6. Nabi Ibrahim as
Nabi Ibrahim as merupakan nabi agama samawi. Nabi Ibrahim as diutus untuk kaum Kaldān yang terletak di kota Ur (sekarang Iraq). Bagi kaum muslimin, nabi Ibrahim merupakan salah satu nabi terpenting, diantaranya mengajarkan tauhid, mendirikan Kabah di Mekah dan hampir mengorbankan anaknya, nabi Ismail as kepada Allah (ibadah yang sekarang dikenal sebagai Idul Adha).
7. Nabi Luth as
Nabi Luth as merupakan keponakan Nabi Ibrahim as. Nabi Luth as diutus untuk kaum Sodom dan Gomorrah yang memiliki perilaku seks menyimpang.
8. Nabi Ismail as
Nabi Ismail merupakan putra dari nabi Ibrahim as serta kakak kandung dari nabi Ishaq as. Bersama sang Ayah, Ismail as mendirikan Ka’bah.
9. Nabi Ishaq as
Nabi Ishaq as merupakan putra kedua nabi Ibrahim as. Nabi Ishaq as diutus untuk bangsa Kana’an di wilayah Al-Khalil Palestina.
10. Nabi Yaqub as
Nabi Yaqub as berdakwah kepada bani Israil di Syam. Nabi Yaqub as adalah putera dari Nabi Ishaq bin Ibrahim.
11. Nabi Yusuf as
Nabi Yusuf as merupakan salah satu dari 12 putra nabi Yaqub as. Di dalam Al-Qur’an dikisahkan pada saat nabi Yusuf as saat ia masih muda, ia bermimpi melihat sebelas planet, matahari, dan bulan bersujud padanya (Yusuf [12]:4). Saat mimpi itu diberitahukan kepada ayahnya, ia dilarang untuk memberitahu mimpi tersebut kepada saudara-saudaranya yang pencemburu (Yusuf [12]:5). Kelak di masa depan mimpi tersebut terwujud satu persatu.
12. Nabi Ayyub as
Nabi Ayyub digambarkan Al Quran sebagai nabi paling sabar dalam menghadapi cobaan. Nabi Ayyub as berdakwah kepada Bani Israil dan Kaum Amoria (Aramin) di Haran, Syam.
13. Nabi Syu’aib as
Nabi Syu’aib as berdakwah kepada kaum Madyan dan Aikah. Merupakan satu dari 4 nabi bangsa Arab. Tiga lainnya adalah nabi Hud, Shaleh, dan Muhammad saw.
14. Nabi Musa as
Julukan nabi Musa as adalah Kalim Allah (كليم الله, Kalimullah) yang artinya orang yang diajak bicara oleh Allah. Nabi Musa as diutus untuk memimpin kaum Israel ke jalan yang benar. Allah menurunkan kitab Taurat kepada nabi Musa as.
15. Nabi Harun as
Nabi Harun adalah kakak kandung dari nabi Musa as. Nabi Harun as dilahirkan tiga tahun sebelum nabi Musa as dan memiliki kemampuan fasih dalam berbicara serta mempunyai pendirian tetap. Sering kali mendampingi nabi Musa as dalam menyampaikan dakwah kepada Firaun, Hamman dan Qarun.
16. Nabi Zulkifli as
Nabi Zulkifli as diutus kepada kaum Amoria di Damaskus.
17. Nabi Daud as
Nabi Daud as seorang nabi dan rasul yang menerima kitab Zabur dari Allah. Nabi Daud as memiliki suara yang paling merdu dari semua suara umat manusia, seperti Nabi Yusuf as yang diberikan wajah yang paling tampan.
18. Nabi Sulaiman as
Nabi Sulaiman as merupakan putra dari nabi Daud as. Salah satu mukjizat nabi Sulaiman adalah mengerti semua bahasa binatang.
19. Nabi Ilyas as
Nabi Ilyas as berdakwah kepada kaum Finisia dan Bani Israel. Nabi Ilyas as disebut 2 kali dalam Al Quran.
20. Nabi Ilyasa as
Nabi Ilyasa as berdakwah kepada Bani Israil dan kaum Amoria di Panyas, Syam.
21. Nabi Yunus as
Nabi Yunus as berdakwah kepada orang Assyiria di Ninawa-Iraq. Kisah nabi Yunus as yang paling terkenal adalah saat ditelan oleh ikan nun (paus). Saat didalam ikan nun, nabi Yunus as bertobat meminta ampun dan pertolongan Allah, ia bertasbih selama 40 hari dengan berkata: “Laa ilaaha illa Anta, Subhanaka, inni kuntu minadzh dzhalimiin (Tiada tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang yang telah berbuat dhalim)”. Allah kemudian menerima tobatnya. Dan ikan nun kemudian mendamparkan nabi Yunus as ke pantai.
22. Nabi Zakariya as
Nabi Zakariya berdakwah untuk bani Israil sekitar 2 SM. Kisah nabi Zakaria as yang terkenal adalah saat berdoa memohon kepada Allah agar dapat memiliki keturunan. “Ya Tuhanku, berikanlah aku seorang putera yang akan mewarisiku dan mewarisi sebahagian dari keluarga Ya’qub, yang akan meneruskan pimpinan dan tuntunanku kepada Bani Isra’il. Aku cemas sepeninggalku nanti anggota-anggota keluargaku akan rusak kembali aqidah dan imannya bila aku tinggalkan tanpa seorang pemimpin yang akan menggantikanku. Ya Tuhanku, tulangku telah menjadi lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, sedang isteriku adalah seorang perempuan mandul. Namun kekuasaanmu tidak terbatas, dan aku berdoa Engkau berkenan mengkaruniakan seorang anak yang shaleh dan Engkau ridhoi padaku.” Al Quran mengisahkan doa nabi Zakaria as pada Surah Maryam : 1-15.
23. Nabi Yahya as
Nabi Yahya as adalah putra dari nabi Zakaria as. dan kelahirannya dikabarkan oleh Malaikat Jibril. ([Qur'an 19:7], [Qur'an 3:39]). Nabi Yahya as adalah sepupu dari nabi Isa as.
24. Nabi Isa as
Nabi Isa as merupakan salah satu nabi terpenting dalam Islam. Namanya disebutkan sebanyak 25 kali di dalam Al Quran. Al Quran menjelaskan status nabi Isa as dengan sangat jelas.
“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “”(Tuhan itu) tiga”", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” (An-Nisa, ayah 171).
25. Nabi Muhammad saw
Nabi Muhammad saw merupakan nabi terakhir dan pembawa ajaran Islam. Nama “Muhammad” dalam bahasa Arab berarti “dia yang terpuji”. Ajaran nabi Muhammad saw (Islam) merupakan penyempurnaan dari agama-agama yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya.
-          Percaya kepada nabi dan rasul merupakan salah satu rukun iman dalam Islam
-          Rasul diutus kepada kaum yang menentang, sedangkan Nabi diutus kepada kaum yang sudah tunduk dengan syariat dari Rasul sebelumnya
-          Rasul adalah orang-orang yang menurut Injil Sinoptik dan tradisi Kristiani, dipilih dari antara murid-murid Yesus untuk suatu misi.( termasuk Paulus)
-          Nabi adalah manusia yang memperoleh wahyu dari Tuhan tentang agama dan misinya. Dalam Perjanjian Lama, nabi adalah perpanjangan tangan Allah untuk menyampaikan nubuat Allah mengenai kejadian-kejadian di masa yang akan datang pada masa itu.
-          Dalam Perjanjian Baru, setiap orang dapat disebut sebagai Nabi yaitu pewarta sabda Allah.


Kesimpulan:
-          Ada beberapa nabi dalam agama Katolik yang diakui Islam. Yesus (Isa) diakui sebagai nabi. Nabi Penutup dalam Islam adalah Muhammad. Dalam agama Islam, Nabi adalah seorang Tokoh. Sedangkan dalam agama Katolik Nabi adalah semua orang Katolik yang bertugas menjadi pewartaan.
-          Dalam agama Islam, Nabi dan Rasul  memiliki tugas dan kewajiban berbeda (rasul: menerima syariat, nabi: meneruskan syariat),  namun beberapa nabi merangkap sebagai seorang rasul.
-          Nabi dan rasul dalam agama Katolik maupun Islam adalah seorang laki-laki.
Jadi Ajaran Mengenai Para Nabi dan Rasul antara Iman Islam dengan Iman Katolik berbeda. Iman Islam memandang nabi dan rasul secara sempit (sebagai Tokoh dan berhubungan langsung dengan wahyu Allah) sedangkan dalam Katolik nabi dan rasul dimengerti secara luas (setiap orang yang memiliki tugas dan kewajiban sebagai pewarta dan membimbing sesama manusia.

Media Massa vs Firman Delapan Dekalog


MORAL DEKALOG
“JANGAN BERSAKSI DUSTA TERHADAP SESAMAMU”
MEDIA MASSA DAN FIRMAN DELAPAN DEKALOG



Oleh:
Stephiana Ari Rita
Tingkat IV/ Semester VII
09.3412/ 09.1421.1665.R


SEKOLAH TINGGI PASTORAL IPI MALANG
2013


 1.       Dekalog
Dekalog (Latin) adalah daftar perintah agama dan moral, yang merupakan sepuluh perintah yang ditulis oleh Tuhan dan diberikan kepada bangsa Israel melalui perantaraan Musa di gunung Sinai dalam bentuk dua loh (tablet) batu. Dekalog disebut juga dengan Sepuluh Perintah Allah, Sepuluh Firman Allah, atau Dasa Titah. Dekalog dapat ditemukan dalam Keluaran 20:2-17 dan Ulangan 5:6-21. Kitab Keluaran perintah mengatakan untuk merayakan hari Sabat merujuk pada kisah pekerjaan TUHAN Allah pada Penciptaan. TUHAN Allah sendiri bekerja selama enam hari dalam menciptakan langit, bumi dan segala isinya, dan pada hari yang ketujuh TUHAN berhenti bekerja dan memberkati hari itu (Keluaran 20:10-11). Sementara itu dalam Kitab Ulangan, perayaan hari Sabat merujuk pada kisah pembebasan Israel dari perbudakan di Mesir. Hari Sabat harus dirayakan untuk memberikan kesempatan beristirahat kepada setiap hewan yang ada karena bangsa Israel sendiri pun dulunya adalah bangsa budak yang kemudian diberikan kebebasan oleh Allah.
Dalam umat Kristiani sendiri, terdapat perbedaan pembagian Sepuluh Perintah Allah. Pembagian Sepuluh Perintah Allah di kalangan Katolik Roma dan Lutheran mengikuti pembagian yang ditetapkan oleh Santo Agustinus. Ketiga perintah pertama mengatur hubungan Allah dan manusia. Perintah keempat sampai kedelapan mengatur hubungan manusia dengan sesama. Dua perintah terakhir mengatur pikiran pribadi.
Pembagian Sepuluh Perintah Allah
Perintah
Yahudi
Ortodoks
Katolik Roma, Lutheran*
Anglikan, Reformasi, dan Protestan Lain
Akulah TUHAN, Allahmu ...
1
1
1
kata pengantar
Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
2
1
Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun ...
2
Dijelaskan dalam Katekismus Gereja Katolik
2
Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan ...
3
3
2
3
Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat ...
4
4
3
4
Hormatilah ayahmu dan ibumu ...
5
5
4
5
Jangan membunuh
6
6
5
6
Jangan berzinah
7
7
6
7
Jangan mencuri
8
8
7
8
Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu
9
9
8
9
Jangan mengingini rumah sesamamu ...
10
10
9
10
(Jangan mengingini milik sesamamu)
10
Teks resmi Sepuluh Perintah Allah untuk Gereja Katolik adalah sebagai berikut:
1.       Akulah Tuhan, Allahmu, Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada-Ku saja, dan cintailah Aku lebih dari segala sesuatu.
2.       Jangan menyebut Nama Tuhan Allahmu dengan tidak hormat.
3.       Kuduskanlah hari Tuhan.
4.       Hormatilah ibu-bapamu.
5.       Jangan membunuh.
6.       Jangan berzinah.
7.       Jangan mencuri.
8.       Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu.
9.       Jangan mengingini istri sesamamu.
10.   Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil.
2.       Perintah Delapan: Jangan Bersaksi Dusta Terhadap Sesamamu
.Bagi orang Israel, makna hukum sungguh penting. Hal ini dikaitkan dengan perjanjian mereka dengan Yahwe yang berkehendak untuk menyelamatkan Israel dari perbudakan. Kesengsaraan dan penderitaan yang dialami umat Israel di masa perbudakan adalah suatu pengalaman pahit. Firman kedelapan ini terdapat dalam Kel 20:16 atau sama dengan Ul 5:20. Maksud dari firman jangan mengucapkan saksi dusta mengacu kepada perihal pengadilan yang ada di Israel pada zaman itu. Pengadilan di Israel berbeda sekali (menunjukkan perbedaan yang sangat significant) dengan pengadilan yang ada di negara Indonesia.    
Pengadilan yang ada di Israel itu seperti pengadilan yang ada dalam keluarga (artinya: mengandalkan kekeluargaan dan kepercayaan di antara anggota keluarga). Pengadilan yang sederhana dalam bangsa Irael bukanlah pengadilan yang paling baik dan banyak nilai positif di dalamnya, melainkan ternyata dalam type tersebut menimbulkan permasalahan yang berakibat sangat fatal. Pengadilan di Israel itu diselesaikan pada pintu gerbang kota atau istana, dan itupun dipimpin oleh penatua ataupun oleh raja. Di sini tidak ada proses yang diatur oleh undang-undang. Maka dari itu dipentingkan pernyataan yang benar oleh saksi-saksi. Kesaksian itu adalah satu-satuya sarana biasa untuk menemukan kebenaran. Nyawa, nama baik dan milik seseorang dapat bergantung pada tuduhan dua saksi yang berdusta.
Perintah kedelapan memberi tekanan akan hormat pada kejujuran dan kebenaran dibarengi dengan pertimbangan kasih dalam bidang komunikasi dan menyebarkan informasi yang memperhatikan kebaikan pribadi dan umum, perlindungan terhadap kehidupan pribadi dan bahaya skandal (Kompedium Katekismus Gereja Katolik). Dalam perintah ini melarang kesaksian palsu, sumpah palsu dan dusta; penilaian yang terburu-buru, menjelekkan nama dan fitnah; merayu, membujuk dan bermanis bibir.
Firman ini juga melarang orang untuk berdusta, artinya orang mengatakan yang tidak benar dengan maksud  untuk menyesatkan. Dusta berasal dari iblis: “Iblislah bapamu, …. Ia tidak pernah memihak kebenaran, sebab tidak ada kebenaran padanya. Kalau ia berdusta, itu sudah wajar karena sudah begitu sifatnya. Ia pendusta dan asal segala dusta” (Yoh. 8,44). (Bdk. Kat. 2482). “dusta adalah pelanggaran paling langsung terhadap kebenaran. Berdusta berarti berbicara atau berbuat melawan kebenaran untuk menyesatkan seseorang yang mempunyai hak untuk mengetahui kebenaran” (Kat. 2483).
Firman ini juga melarang orang untuk memfitnah, yaitu menyampaikan kesalahan dan pelanggaran seseorang  kepada orang lain yang tidak tahu menahu mengenai hal itu tanpa dasar yang obyektif dan sah;  membuat penilaian yang lancang, tanpa bukti yang memadai.(Bdk. Kat. 2477)
Firman jangan bersaksi dusta tentang sesamamu juga mau membangun tata hidup bersama atas dasar kebenaran dan saling percaya. “Manusia tidak dapat hidup bersama dalam suatu masyarakat  kalau tidak saling mempercayai, sebagai orang yang menyatakan kebenaran satu sama lain” .
Di samping itu, firman kedelapan ini juga mengajak orang untuk  tidak berbohong kepada diri sendiri, tidak mentolerir kesalahan diri sendiri. Kita harus menghindari sikap munafik.
3.       Media Massa dan Perintah Delapan Dekalog
Firman kedelapan “ Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu” dalam pemahaman selanjutnya tidak hanya terbatas pada perkara pengadilan yang harus dilakukan secara benar dan adil, tetapi juga menunjuk pada ajakan untuk hidup dalam kebenaran. Hidup dalam kebenaran adalah konsekuensi dari iman kepada Allah, yang adalah sumber segala kebenaran, bahkan kebenaran tertinggi. Perintah kedelapan ini juga mau mengajak orang untuk tidak menipu dan berbohong pada diri sendiri, sesama dan Allah.
Berkaitan dengan hak atas informasi, maka hak tersebut harus diarahkan oleh kebenaran, kebebasan, cinta kasih dan solidaritas. Dalam kaitan dengan persoalan ini, KV II melalui Inter Mirica (IM) mengatakan:
“Di dalam masyarakat manusia terdapat hak atas informasi mengenai hal-hal yang sesuai dengan manusia baik perorangan maupun tergabung dalam masyarakat, menurut situasi masing-masing. Akan tetapi, pelaksanaan hak ini secara tepat menuntut agar mengenai isi, komunikasi selalu benar dan utuh, sambil memperhatikan keadilan dan cinta kasih. Selain itu, mengenai caranya, hendaklah berlangsung dengan jujur dan memenuhi syarat; maksudnya, hendaknya komunikasi itu mengindahkan sepenuhnya hukum-hukum moral, hak-hak manusia yang semestinya serta martabat pribadinya, baik dalam mencari maupun dalam menyebarkan berita; karena bukan semua pengetahuan menguntungkan, hanya cinta membangun’ (1 Kor 8:1)“ (IM 5)
Media massa berpotensi mewakili kebenaran, menegaskan issue, dan menyajikan trend baru. Di dalamnya, terdapat berbagai kepentingan mulai dari harga diri sampai politik. Apa yang ditawarkan oleh media mampu menyentuh emosi pembaca dan menjadi rangsangan yang berdampak dalam hidup sosial, terlebih yang berkaitan dengan bagaimana cara manusia memandang.
Misalnya saja jika Kompas tidak memberitakan banjir yang melanda di Jakarta, mungkin taidak akan ada orang yang memandan randah ibu kota. Jika Infotainment tidak mendesuskan bagaimana Ariel dan istrinya akan bercerai, mungkin nama Luna Maya tidak dimasukkan ke dalam kategori wanita penggoda. Singkatnya, media massa memiliki potensi sebagai referensi yang menjadi acuan dalam banyak hal.
Disisi lain, ada yang mengacu kepada media massa untuk mengerjakan tugas akhir. Ada yang menjadikan media massa sebagai inspirasi bagi orang kuper untuk sanggap bergaul dengan cakrawala pandang yang lebih modis.
Sebagai suatu sarana, media massa jangan sampai dikenalkan dengan dusta. Dalam hal ini, sungguh semakin disadari betapa pentingnya media massa sebagai penampung data yang berpengaruh pada perubahan dunia.
Karena itu, informasi yang diberikan dalam media massa harus bertujuan demi kebaikan umum. Isinya harus benar dan dalam batas-batas keadilan kasih. Terlebih, infromasi harus dikomunikasikan sejujurnya dan semestinya dengan sungguh menghormati hukum moral dan hak serta martabat manusia (KGK).
Mereka yang bertanggung jawab dalam bidang percetakan dan media massa/informasi mempunyai kewajiban moril untuk memperhatikan kebenaran dan kasih dalam memberikan informasi yang proporsional, akurat, tepat dan tidak menyesatkan serta tidak meresahkan dan mengganggu kesejahteraan umum.  Tugas luhur mereka yang terlibat dalam pelayanan  penyebarluasan informasi adalah membentuk opini publik yang sehat, membentuk suara hati yang benar.