ariririta.com

Selasa, 12 Juni 2012

SINAR, BINTANG, DAN LANGIT part3


BINTANG??

Apakah itu di langit?
Dia berkelip-kelip, kecil namun mampu menembus hingga ke hati.
Dia cantik, juga gagah
Siapa dia?
               
Buuk.. Tabrakan lagi!!!!
Ya ampun! Anak ini lagi.. Dan lagi-lagi aku terjatuh meski aku tidak mendarat di lantai.
                “ haahaa.. kamu lagi” katanya -cowok yang pernah nabrak aku waktu pertama kali aku masuk kuliah. Mudah sekali aku mengingat namanya karena dia lumayan menonjol di kelas. Dan sifatnya tidak menunjukkan namanya. Sikapnya sama sekali tidak segagah namanya: Gagah Langit Prakasa.
                “Yah benar, maaf. Dan..” kulirik tangannya yang masih memegang lenganku,”.. bisa lepaskan tanganmu? Peganganmu terlalu erat.” Lanjutku. Kupandang wajahnya. Ternyata pertumbuhannya luar biasa. Aku terlihat sangat pendek kini. Hampiiiir sebahunya.
                “Lihat ni merah!” kutunjukkan lengan kananku yang membekas jari-jari tangannya.
                “Harusnya kamu berterimakasih donk. Kalau tidak kamu akan jatuh.. untuk kedua kalinya.” Katanya nyengir.
                Oh ya, tentu ja trimakasih telah meninggalkan bekas kemerahan di tanganku (dalam hati) .Huh.. sabar, Lintang! Kuambil nafas dalam-dalam, tersenyum manis dengan sekuat-kuatnya kemudian berlalu. Aku harap Gagah terpesona dengan lesung pipitku sehingga dia tidak berbicara lebih lama lagi. Heran aku dengan cowok ini. Suka banget nabrak-nabrak.


Pip..pip..pip..
Tumben! Tidak seperti biasanya hp ku berdering di pukul 21.00 WIB. Pasti bukan keluargaku.

 X: Kata orang bintang itu indah..
Tapi kenapa bintang tidak dibilang gagah??

Benar saja, ada no baru yang muncul.. ya mpun kenapa pakai simbol2.

Aku: mksd kmu BINTANG?

Pip..pip..pip. oh dia balas smsnya.

X: yup.
Napa y tidak dibilang gagah??

iseng banget ni anak. Masa pertanyaannya menjerumuskan. Okey... siapa takut. Aku pun menjawabnya.

Aku: Gagah??? Gak banget. Bintang tu indah.Indah kan kata yang cocok sejak jaman nenek moyang.

Selama ni kata yang menggambarkan bintang kan indah. Mana da bintang gagah?! Kelihatan banget ni anak sensi ma kata ‘indah’.
Pip...pip..pip

X: mnrutku bintang tu gagah. Coba deh lihat keluar jendela... mereka ga2h.

Refleks aku langsung membuka jendela kamarku... wah... banyak sekali.

Aku: wah... banyak bintang.. mereka indah.

X: Kmu+senyummu > indh dari *

Aku: mksdny???
......
Aku:mf kmu cp???
.....
Dan malam itupun berakhir demikian. Dengan sms tanpa bls dari seseorang yang membahas kegagahan bintang. Uh. Nyebelin  pakai nggantung seperti ini. Ku banting hp-ku ke tempat tidur- masih belum tega membanting ke lantai- kemudian terlelap dengan janji besok akan menanyakan siapa pemilik no itu ke teman-teman.

Keherananku benar-benar bertambah saat aku tidak pernah mengetahui siapa pemilik no semalam. Memang aku langsung menyimpannya dengan nama : Bintang jelek. Kini setelah aku tak menemukan pelaku yang sesungguhnya, aku berencana menghapus no itu... tapi sayangnya no itu telah menancap erat di otakku karena sehari ini aku terus mengulangnya untuk kutanyakan pada teman-temanku. Ugh...
Perjalanan pulang kuliah sebenarnya tidak ada yang istimewa, bahkan terkesan mengganggu. Karena hp ku bergetar tepat ketika aku melangkah keluar dari kampus... sebuah pesan masuk . Hanya sebuah pesan.
Bintang jelek : gy kgen Q ya kok cri2??

Iya benar.. hanya sebuah pesan dengan 1 kalimat yang bernada ingin tahu namun sok tahu. Langsung kuketikkan sebuah jawaban dan kumasukkan hp ku kembali ke dalam saku jaketku tanpa menunggu pesan balasan. Laperrr..
“ Lintang ikut yuk...”
Steph yang kebetulan tinggal satu kos denganku telah bertengger di kamarku sejak sejam yang lalu dengan laptop di hadapannya.
“ Kemana, Steph?..” kualihkan pandanganku dari Eclipse  tebal yang kubaca.
“ Ke kos Wati.. “ bahkan dia tidak mengalihkan matanya dari laptop sama skali.
“ Ooooh.. ayo.”keletakkan buku favoritku dan menghampirinya. “ Kamu lg apa, Steph?” tanyaku tanpa menyembunyikan nada penasaran di dalamnya. Setelah sampai di sampingnya, kuperhatikan laptopnya. Sebuah blog. Sekalipun dari kampung, aku cukup tahu apa itu blog. Namun terlalu jauh letak desaku dengan desa yang lain, internet nggak pernah menjangkau ke relung hatiku.
“ Ini blog kamu?” tanyaku.
“ He’em” jawabnya singkat.
“Buatkan dong, Steph” pintaku.
Step langsung mengalihkan perhatian kepadaku. Ada nada heran dari wajahnya, “ emang kamu tahu blog itu apa?” tanyanya.

“Eh, Ndut.. aku emang orang desa tapi otak udah semi kota ya..” kucibirkan bibirku.
 “Hahag. Wajah kamu kalau lagi sewot lucu,Lin...” Steph tertawa terbahak-bahak.
 “Ya, kamu suka memancing sih..” jawabku asal
“Apa hubungan memancing dan wajah sewotmu? ..” tanya Steph kebingungan
“Ya berhunungan erat.. cari saja di internet.” Skak mat. Biar tambah bingung dia. Salah sendiri suka ‘memancing masalah’ dariku.
                
Mbuh lah..” jawabnya pasrah, “.. jadi ke Wati atau dibuatkan blog..?”
               
“Blognya diajari saja. Nanti kapan-kapan aku pinjam laptop kamu ya untuk buat sendiri. Hehe. Setelah itu kita ke Wati. Sip?”
                
“ Oke deh. Sini aku ajari!”
              
  “Asiiiiik..”

                
Dan hari itu berjalan luar biasa. Kami bertiga keliling kompleks kampus dan berdebat soal si Bintang jelek. Tidak ada yang aku sembunyikan dari sahabat-sahabatku soal dia. Namun sedikit sebal adalah si Bintang jelek ini mencemari kecintaanku pada bintang-bintang dilangit.

KOTAK TUA MISTERIUS


Ketika seseorang datang ke bumi, mereka membawa kotak tua misterius bersamanya.Didalamnya terdapat hati kecil yang penuh kebencian. Ketika kotak itu terbuka, kebencianmu akan keluar.Memaksa PEMILIKNYA KE DALAM KEGELAPAN YANG PALING DALAM.
Untuk mencegah agar tidak terbuka karena godaan setan, kotak ini telah dikunci oleh Tuhan untuk beberapa waktu. Tersembunyi dari lubuk hati seseorang di sudut hati yang paling dalam.

SKIP BEAT
Sekarang kotaknya bergetat hebat!!!!

Senin, 11 Juni 2012

RENUNGAN Hari Raya Tritunggal Mahakudus


TUGAS KATEKETIK
Renungan Hari Minggu, 30 Mei 2010
Hari Raya Tritunggal Maha Kudus
Mengimani dan Meneladani Allah Tritunggal dalam Hidup Sehari-hari
Yoh 16:12-15
…Roh Kebenaran akan memimpin kamu kepada kebenaran…

Saudara-saudara yang terkasih,
Sesudah Hari Raya Pentakosta, kita bersama dengan Gereja merayakan Hari Raya Tritunggal Maha Kudus. Rumusan Allah Tritunggal merupakan hal menarik dan sering kita jadikan sebagai bahan diskusi. Akan tetapi,  ajaran mengenai Allah Tritunggal bukanlah bahan diskusi atau teori yang diwahyukan oleh Yesus dan para Rasul, melainkan rangkuman seluruh iman dan karya Allah yang dilaksanakan dalam Kristus dan Roh Kudus bagi manusia. Sejarah keselamatan ini yang kemudian mau dirumuskan sebaik mungkin oleh Gereja. Rumusan dogma Allah Tritunggal menyangkut ‘pribadi’ jaman sekarang berbeda dengan jaman Konsili Konstatinopel. ‘ Tiga Pribadi’ bukan berarti tiga Allah melainkan tiga pribadi  ilahi yang mempunyai keunikan masing-masing.Allah Tritunggal ialah keyakinan bahwa Allah (Bapa) menyelamatkan manusia didalam Kristus (Putra) oleh Roh Kudus. Karya keselamatan Allah tidak selesai hanya dengan perutusan Putra saja. Manusia dipersatukan dengan Allah melalui Roh yang menghidupkan , kehadiran Allah yang selalu menggerakkan dan membaharui kita.
Sebelum perpisahan-Nya Yesus Kristus menjanjikan kedatangan Roh Kudus dan mengutus Roh Kudus dari Bapa yaitu Roh Kebenaran yang dari Bapa. Yesus tidak mengutus Roh dari diri-Nya sendiri  tetapi Roh yang diterima dari Bapa. Roh Kudus itu diutus oleh Bapa dan Putra, namun tidak sebagai 2 sumber yang tersendiri melainkan satu kesatuan dari Bapa dan Putra.
Memang Misteri Allah Tritunggal sulit diselami oleh manusia. Hal ini seperti digambarkan melalui legenda St. Agustinus. St. Agustinus keheranan melihat seorang anak kecil yang menggali lubang di pasir dan kemudian berusaha  menciduk air laut tersebut untuk dipindahkan kedalam lubang itu. Seperti inilah Allah Tritunggal yang sulit kita selami. Akan tetapi tidak demikian dengan cinta Allah yang sering kita alami. Misteri Allah Tritunggal menjadi keyakian iman yang perlu kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.
Kita dapat merefleksikan kehidupan mahasiswa STP IPI Malang. Mahasiswa STP IPI Mlang tidaklah banyak jika dibandingkan dengan mahasiswa dari universitas lain. Hampir berbagai suku dari seluruh Indonesia kuliah di sana. Berbagai suku mewakili berbagai sifat, budaya dan cara yang berbeda. Cara berfikir suku Batak berbeda dengan  suku Jawa dan suku-suku yang lainnya. Untuk mencapai satu tujuan, diperlukan adanya kesatuan. Untuk melaksanakn program tingkat, diperlukan kesatuan dan kekompakan anggota tingkat.
Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus,
Disinilah teladan Allah Tritunggal. Sebagaimana Allah Tritunggal yang bersatu demi tercapainya keselamatan manusia, seluruh mahasiswa  1 tingkat dipanggil membaharui hati dan budi, mengalahkan ego masing-masing. Dengan solidaritas yang erat, perselisihan dapat dihindarkan. Kesulitan yang dihadapi 1 orang menjadi tanggung jawab bersama. Kurnia berbeda tetapi Roh tetap satu, tugas pelayanan dan cita-cita berbeda tetapi Tuhan satu, bakat berbeda-beda tetapi Allah satu. Dengan perayaan  Tritunggal Maha Kudus, kita diajak untuk lebih mengimani dengan berharap, percaya, dan berdoa kepada Allah Tritunggal. Saling mengunjungi teman atau saudara yang sakit dapat menguatkan iman.
Sudahkah kita membuka diri terhadap Karya Roh Kudus yang ingin mempersatukan kita dengan Bapa dan Putra? Semoga dengan mengimani kita dipersatukan didalam Gereja, masyarakat dan keluarga. Berkat Tuhan selalu menyertai kita. Amin .
OLeh: Stephiana Ari Rita-Mahasiswa Tngkt.1
 STP IPI MALANG

From This Moment


From This Moment


(I do swear that I'll always be there. I'd give

anything and everything and I will always care.

Through weakness and strength, happiness and sorrow,

for better, for worse, I will love you

With every beat if my heart.)


From this moment life has begun

From this moment you are the one

Right beside you is where I belong

From this moment on



From this moment I have been blessed

I live only for your happiness

And for your love I'd give my last breath

From this moment on


I give my hand to you with all my heart

Can't wait to live my life with you can't wait to start

You and I will never be apart

My dreams came true because of you


From this moment as long as I live

I will love you, I promise you this

There is nothing I wouldn't give

From this moment on


You're the reason I believe in love

And you're the answer to my prayers from up above

All we need is just the two of us

My dreams came true because of you


From this moment as long as I live

I will love you, I promise you this

There is nothing I wouldn't give

From this moment

I will love you as long as I live

From this moment on 

Parameter Seting GPRS dan MMS Indosat untuk Sony Ericsson Vivas U8i


Setting
Volume Base
Duration Base
Connection Name
Indosatgprs
Indosatgprs
Data Bearer
Packet Data
Packet Data
APN
Indosatgprs
Indosatgprs
Username
Indosat
Indosat@durasi
Prompt Password
No
No
Password
Indosat
Indosat@durasi
Homepage
Proxy Server Address
10.19.19.19
10.19.19.19
Proxy Port Number
8080
8080




Setting
MMS
Connection Name
indosatmms
Data Bearer
Packet Data
APN
indosatmms
Username
indosat
Prompt Password
No
Password
indosat
Homepage
Proxy Server Address
10.19.19.19
Proxy Port Number
8080

SINAR, BINTANG, DAN LANGIT part2


Dua
BULAN DI BALIK AWAN

Bulan sejak kapan kamu ada?
bependar-pendar nan jauh di sana
memandangku malu-malu
Bulan mengapa termenung
tersembunyi di balik mendung?
suarakan hatimu 
bagi mereka yang menunggu

Dan inilah jawabanku.

                Buuk...                                                                                                                                                                             
“auuh..” erangku. Aku baru saja mendarat di lantai. Dan di depanku berdiri sesosok cowok. Beruntung sekali hari ini aku. Pertemuan dengan adegan mirip di sinetron Indonesia. Buru-buru aku berdiri, minta maaf dan beranjak pergi sebelum mendengar jawabannya.
 Aku tidak berdiri di depan kelas lagi untuk menemani adik-adik kecil atau ngoceh-ngoceh di depan mic atau duduk tenang bersama kedua keponakanku. Aku memulai tema baru dalam hidupku. Pagi ini. Sekarang aku berada di depan sebuah pintu. Aku harus mengetuk pintu itu kemudian masuk dan duduk di dalamnya. Hatiku benar-benar bergetar hebat, tanganku tak mampu mengetuk pintu itu sampai-sampai aku juga mulai merasakan ngilu pada lututku.
                Tok.. tok.. tok
                Akhirnya berbunyi juga pintu itu. Tapi bukan aku yang mengetuk.. aku menemui sesosok cowok itu lagi ketika aku menoleh ke belakang. Dia langsung saja masuk mendahului aku. Perlakuan yang baik terhadap mahasiswi baru-pikirku. Menyusul di belakangnya, aku mulai masuk ruangan itu dan langsung duduk di bangku yang kosong. Bagus! Hampir semua bangku yang berada di deret depan kosong. Inilah bedanya dengan masa SMA. Tidak ada lagi perkenalan resmi dari guru.. oups! Maksudku tidak ada perkenalan sama sekali dari dosen. Bahkan aku ragu jika bapak dosen dengan perut besar itu tahu kalau aku mahasiswa baru.
                Hari ini aku mengalami kesulitan yang luar biasa. Pertama aku langsung di sambut oleh tabrakan sinetronis, dan yang menabrakku ternyata berada di kelas yang sama denganku. Selanjutnya, bapak Dosen besar tadi menegurku karena aku terlambat meskipun pada akhirnya beliau menerima alasanku bahwa aku mahasiswa baru. Beliau langsung menjadi dosen favoritku.
                Selama di kelas aku hanya duduk saja tanpa berani memandang berkeliling untuk mensurvei wajah teman-temanku. Tempat duduk paling depan tidak mendukungku untuk melakukannya. Tapi aku mendapat salam selamat datang hampir dari 80% temanku. Mungkin aku akan cocok dengan Wati dan Steph. Kebetulan kami sama-sama berasal dari Jawa. Aku tidak membeda-bedakan teman. Dari Sabang sampai Merauke berada di sini. Suatu kehormatan aku bisa berjumpa mereka semua. Inilah nasib anak pendatang, tidak berpartisipasi dalam trainning. Mekanisme tempatku kuliah masih mirip dengan lembaga pendidikan sekolah. Masuk pagi dan istirahat. Heeem ternyata hari pertama lumayan kok.. hampir sempurna!
                Oh ya.. kenapa cowok penabrak tadi selalu lengket dengan cewek berambut panjang itu ya? Mereka pacaran? jangan-jangan pengasuhnya Hahaha.. Lintang, biarlah! Dia adalah salah 1 dari 20% teman yang tidak menyapaku. Ehm.. Tuhan met malam. Aku membuka jedela kamar kostku, kulihat bulan masih bersembunyi di balik awan. Salam ya untuk mereka yang aku sayang.

Minggu, 10 Juni 2012

Puisi: Lantunan Hati


Apakah itu hati?
Bukankah hati itu organ dalam manusia yang jelek berwarna merah darah?

Iya!
Hati memang organ dalam manusia berwarna merah darah, jelek, dan hanya sebesar kepalan tangan
Tapi hati ini bukan hanya sekedar itu!

Tak seorangpun dapat melihat hati yang aku maksud
Tak seorangpun dapat meraba hati yang aku maksud
Hati yang aku maksud,
 lebih dari organ dalam yang berfungsi menghancurkan senyawa racun
Hati yang aku maksud hanya bisa dilihat lewat kata
Hati yang aku maksud hanya bisa diraba lewat kata
Kata yang memercik dan terlontar lewat  mulut dan mata yang bicara
Juga lewat jemari yang bercerita

Kata adalah hati
Hati yang melantun dari relung jiwa
Dan kata itu merangkai puisi ini
God luv u all^^Riht

Kangeen

10Juni2012
Sumpah!!
Aku kangen bangeet.

di cueki itu gag enak.
Hemb..
Maaf kalau rasa seperti ini itu salah.


doa ah doa.. biar dapat yang terbaik... terbaik untuk kamu..

semangaaat .. berjuaaang.

Luv u all^^

Kondisioner alami

Punya buah pisang berlimpah?? Dimanfaatkan saja jadi kondisioner. Buah pisang tidak hanya enak untuk dimakan, tapi kita dapat membuat kondisioner pisang. Sediakan 1 buah pisang dan setengah sendok teh jeruk nipis. Caranya: haluskan 1 buah pisang, campur dengan jeruk nipis. Oleskan pada rambut kering kemudian sisir untuk merapikannya. Biarkan selama kurang lebih 30 menit dan keramaslah hingga bersih.
Rambut Anda akan halus dan rapi.
Selamat mencoba!!

Luv u all

SINAR, BINTANG, DAN LANGIT

Cinta.. mengapa engkau selalu di bicarakan tiap hari...?
Bukan hanya melalui ocehan manis anak kecil, ciuman hangat ibu, pelukan ayah, gemeretak gigi nenek, tawa renyah kakek, bahkan juga oleh setiap tangis ku yang menghiasi sebuah senyummu. Cinta selau ada..
Lebih lagi untuk menebus sebuah senyum, aku harus membayar dengan air mataku..
Bukan air mata sedih yang mendalam.. namun air mata karena takut kamu terluka..
Senyum.. aku akan mengumpulkan serpihan-serpihan kenangan yang telah kau ciptakan
Jangan larang aku! Ijinkan aku boleh memilikinya dan mengenang senyummu.. tolong ijinkan..


Satu

AKU- SINAR LINTANG GAYATRI-Gadis Desa
 

Na..na..na..na..
Aku mendendangkan sebuah lagu yang baru saja rilis. Karena tidak hafal liriknya lebih baik bagiku jika ‘nanana’ adalah pengganti liriknya daripada aku salah-salah.
Sore itu seperti biasa aku mengayuh sepedaku menyusuri jalan sepanjang... ehm entah berapa kilometer. Celana tiga perempat, sandal jepit dan sweater bertudung cukup melindungiku dari terik matahari sore. Kebetulan keranjang yang bertengger di bagian depan sepeda penuh dengan pisang yang baru aku beli sebelum pulang tadi. Pisang merupakan buah kesukaanku, aku bisa saja tidak makan nasi seharian asal aku sudah makan buah pisang. Teman-teman bilang naluri ‘kemonyetanku’ muncul saat melihat pisang. Bahkan mereka meledekku karena tanpa aku sadari aku mengupas kulitnya hanya menjadi 3 bagian. Hal ini berbahaya karena menurut mitos itu tandanya kita benar-benar mirip mereka.
                Untuk pulang ke rumah, cukup bagiku jika aku melewati 2 desa saja namun aku lebih suka memutar. Bukan 2 desa lagi namun 3 desa... hehe. Dan hari ini juga seperti itu. Olahraga gratis. Hore.. keluar keringat. Dan.. This is my beloved village-Ricipan.
“ Lho.. Lintang..?!”
                Kulihat ke belakang sesosok paruh baya menyebut namaku.
                Sugeng sonten, Nyai Ni” sapaku sambil menempatkan sepedaku pada gang kecil di samping rumahku. Nyai adalah sebutan untuk nenek. Dan Nyai Seni adalah adik dari nenekku yang berarti nenekku juga.
                “ Baru pulang?” tanya Nyai Ni.
                Nggih, Nyai Ni. Lho Nyai Ni mau kemana?” tanyaku balik. Kulihat di tangannya ada botol bekas air mineral.
                “ Ke warung beli minyak goreng sambil jalan-jalan.” Jawabnya sambil berlalu.
Kuraih lagi sepedaku yang tadi sempat bersandar,”.. nyai Ni tunggu, saya belikan”
                “ Wes tha, ndak papa..” tolaknya sambil senyum.
Kuraih saja botol yang ada di tangannya dan dengan terpaksa dia memberikan uang untuk membeli minyak goreng itu.
”.. 1 kilo saja ya, Lin!” Teriaknya ketika sepedaku sudah melaju.
Ya senang sekali rasanya aku bisa kembali bersepeda.. meski matahari enggan mengurangi sinarnya namun di atas sepeda terasa bagiku bahwa angin juga berjuang mengimbangi gerakanku.

“ Terima kasih ya, Lin..” kata Nyai Ni ketika kuserahkan botol yang hampir penuh berisi minyak goreng.
Njih, Nyai Ni..” jawabku.
“ O ya bagaimana siaranmu?” tanya Nyai Ni. Saat itu kami sedang duduk-duduk di teras rumah Nyai Ni.
“ Lancar Nyai Ni..” jawabku yakin sambil mengangguk.

Yah inilah aku.. Gadis desa yang tinggal masih dalam asuhan lingkungan yang mengandalkan hidup guyup dan unggah-ungguh bahasa maupun sikap. Sekalipun hal tersebut sudah mulai memudar -bahkan di desaku- namun entah apa yang almarhum bapak ajarkan sebelum meninggalkan aku yang saat itu berumur 7 tahun. Harusnya saat ini aku duduk di bangku kuliah, jika aku mau. Namun entah mengapa Tuhan memang lebih tahu dari aku. Seandainya aku melanjutkan pasti aku tidak akan lancar, karena.. keuangan.
Aku sangat menghargai ibuku sebagai orang tua tunggal. Jadi sebagai bentuk bantuan aku lebih suka menganggur dulu pada saat krisis seperti ini, dan... sedikit kesibukan sebagai penyiar di salah satu radio lokal saat sore hari, sedangkan pada pagi hari aku membantu sekolah TK yang satu-satunya ada di desaku. Menurutku ini semua merupakan rencana Tuhan yang sempurna. Aku masih memiliki kesibukan, meskipun dari kesibukan tersebut entah mengapa aku tak pernah memikirkan imbalan. Menemani adik-adik yang baru belajar membaca maupun mengoceh sendirian adalah hiburan bagiku. Pernah aku mencoba melamar kerja di kota, namun entah mengapa selalu gagal. Banyak teman-teman sebayaku di Ricipan sudah menikah semua. Dari 30 temanku SD hanya tinggal 2 orang saja yang masih melanjutkan SMA, 80% sudah menikah sedangkan sisanya memilih merantau atau bekerja. Satu tahun menjalani semua ini membuat aku sedikit banyak belajar mengenai siapakah dunia yang aku hadapi.
                Malam tiba. Sunyi dan tenang. Di depanku duduk 2 orang anak sekitar umur 8 tahun. Mereka ini keponakan-keponakanku. Setiap malam aku menemani mereka belajar. Hitung-hitung mengisi waktu malam. Hahaa.. aku tersenyum dalam hati.
                “Eh, mb Lintang senyum-senyum sendiri.” Kata Putri sambil mencolek-colek Rindah. “..Kenapa, Mb? “ lanjutnya. Mereka berdua menertawaiku.
                “Tenang saja! Mbak merasa malam ini kaliyan berdua hebat. Pinter-pinter.” Ujarku.
                Seluruh hariku selama satu tahun ini bertemakan ‘mengisi waktu’. Bagus juga. Tahun selanjutnya bertema apa ya?..