ariririta.com

Kamis, 15 Agustus 2013

Sakramen-sakramen Gereja



1.    Sakramen Rekonsiliasi
Unsur-unsur sakramen rekonsiliasi
1.    Penyesalan atau Tobat
a.    Anugerah Allah
     Pertobatan ini adalah anugerah Allah kpd manusia. Penyesalan ini selalu berarti kepercayaan kpd Allah yg mengampuni. Jadi penyesalan itu tdk bisa diartikan sbg pembenaran diri
b.    Seluruh Dimensi Manusia
     Penyesalan atau tobat ialah kesedihan jiwa & kejijikan terhadap dosa yg dilakukan, dihubungkan dg niat, mulai skrg tdk berdosa lagi. Penyesalan ini melibatkan seluruh kepribadian manusia (tangisan penyesalan)
c.    Pembebasan & Kegembiraan
     Penyesalan adalah penemuan kembali jati diri sejati seseorg yg telah diusik & diganggu oleh dosa. Maka penyesalan adalah sebuah pembebasan dlm relung hati terdlm dari diri manusia, & karena itu menemukan kembali kegembiraan yg hilang, yaitu kegembiraan sbg org yg diselamatkan
2.    Pengakuan Lisan
a.    Pengakuan lisan adalah ungkapan lahiriah yg menunjukkan penyesalan itu sungguh murni
b.    Pengakuan lisan ini juga menunjukkan ketulusan & kerendahan hati pentobat di hadapan Tuhan dg membuka diri & mendambakan pengampunan
c.    Pengakuan juga menunjukkan bahwa pentobat menerima tanggungjawab atas dosa2x
d.    Sikap mengakui & menerima ini sangat dibutuhkan utk penyembuhan. Karena itu, dlm pengakuan dibutuhkan kerendahan hati, ketulusan dan iman
3.    Pengampunan Dosa atau Absolusi
a.    Yg diampuni adalah dosa & hukuman atas dosa tsb
b.    Pengahapusan dosa itu pertama2 bukan karena pertobatan, tetapi karena org yg bersangkutan disatukan dg Xtus yg memberi pengampunan
c.    Jadi, manusia hanya perlu mempersiapkan diri dlm tobat dan iman & Allah akan memberi pengampunan dan memberikan rahmat-Nya
d.    Absolusi ialah ungkapan kegembiraan Allah menerima kembali si pentobat kedlm pangkuan-Nya & ke dlm persekutuan Gereja. Dlm hal ini pelayan bertindak atas nama Yesus Xtus dan Gereja
4.    Silih atau Penitensi
a.    Silih atau penitensi adalah tindakan laku-tapa yg dilakukan setelah menerima absolusi & melengkapi ungkapan tulus pertobatan
b.    Silih juga merupakan tanda komitmen pribadi utk memulai hidup baru di hadapan Allah
c.    Dg melakukan tindakan silih pentobat menyatukan matiraga fisik dan rohanix pd sengsara Yesus yg telah memperoleh pendamaian utk kita
d.    Jadi, penitensi merupakan ungkapan pentobat utk memulihkan diri & hidupx yg rusak akibat dosax sendiri

Tiga bentuk perayaan sakramen
a)  rekonsiliasi secara individual. Cara yang normal dan biasa karena dosa itu secara mencalam bersifat pribadi. Pengakuan dosa dan absolusi dilakukan secara individual. Bentuk ini tidak boleh diabaikan karena memungkinkan pemberian bimbingan rohani yang berguna untuk pengolahan batin dan perkembangan individu bisa diperhatikan. Pengolahan batin dibutuhkan untuk membantu pentobat menemukan akar-akar dosa dan menyadari kelemahan dan kerapuhannya.
b)  Rekonsiliasi sejumlah pentobat dengan pengakuan dan absolusi secara pribadi. persiapan dilakukan secara bersama misalnya dalam bentuk ibadat tobat. Persiapan bersama ini bisa menunjukkan sikap komuniter dari pertobatan dan rekonsiliasi. Mendengarkan sabda Allah bersama-sama dan adanya renungan bisa mempunyai dampak positif dalam mengerti dinamika dosa dan belas kasihan Allah.
c)  Rekonsiliasi sejumlah pentobat dengan pengakuan dosa dan absolusi secara umum. Pengakuan dosa dilakukan secara masing-masing secara privat dan kemudian diberikan absolusi umum. Absolusi umum ialah pengampunan dosa yang diberikan secara bersama-sama atau umum tanpa melalui pengakuan individual.
Syaratnya :   
a)  Apabila bahaya maut mengancam dan tiada waktu lagi bagi imam atau para imam untuk mendengarkan pengakuan masing-masing peniten.
b)  ada kebutuhan pastoral yang sangat mendesak. Apabila kemudian keadaan memungkinkan, pentobat dianjurkan untuk secepat mungkin melakukan dosa-dosa berat melalui sakramen secara individual.

     Inti Rahasia pengakuan
-          Setiap imam yg mendengarkan pengakuan dosa wajib menyimpan rahasia pengakuan dosa yg meliputi: semua dosa (baik ringan maupun berat); obyek dosa(jenis dosa), situasi dosa, semua pengetahuan yg diperoleh dan identitas pentobat.
-          Inti rahasia pengakuan adl menjaga agr tdk trjadi identifikasi antara dosa dan pendosa shg org tdk bisa mengerti dosa trtentu dilakukan olh org trtentu. Pngetahuan tdk boleh dilakukn utk mengambil tndakan tertentu shg diluar perayaan sakramen, sbg pribadi seorang imam tdk mgetahui apapun bahkan apabila dibawah ancaman hukm sipil.
-          Rhasia pgakuan dinamakan materai sakramental krn apa yg dipercayakan peniten kpd imam tgl termeterai olh sakramen.

2.    Sakramen Pengurapan Orang Sakit (SPOS)
Perubahan dalam KV II
Bentuk perubahan
Sebelum KV II
SESUDAH KV II
Nama
Sakramen perminyakan terakhir
Pengurapan orang sakit
Bagian Yang diurapi
Yg menjadi symbol bagian dari dosa ±20 tempat
Dahi dan kedua telapak tanga
Penerima
Org yang mau meninggal
Org yg sakit keras, lansia yg fisiknya menurun,org yg akan menghadapi bahaya besar, org yg br meninggal, org sakit batin/memiliki kelemahan
Urutan
Berubah2
S. Tobat, S. Pengurapan, S. Ekaristi

Buah2 SPOS
1.    Anugerah Khusus Dari RK
a.    Rahmat pertama sakramen ini adalah kekuatan, keetenangan & kebesaran hati utk mengatasi kesulitan2 yg berkaitan dg suatu penyakit berat
b.    Rahmat ini adalah anugerah dari RK yg memperbaharui iman, harapan & kasih serta menguatkanx melawan godaan musuh yg jahat, melawan godaan utk berkecil hati dari rasa takut akan kematian
2.    Persatuan Dg Sengsara Xtus
a.    Situasi penderitaan & sakit membantu si sakit utk bersatu dg Xtus secara lebih nyata
b.    Undangan utk berpartisipasi pd kemenangan-Nya atas maut
3.    Rahmat Gerejani
a.    Melalui SPOS & doa imam, seluruh Gereja menyerahkan mereka yg sakit kpd Tuhan yg bersengsara & telah dimuliakan, supaya Ia menyembuhkan & menyelamatkan mereka
b.    Gereja mendorong mereka utk secara bebas menggabungkan diri dg sengsara & wafat xtus
4.    Persiapan Utk Perjalanan Terakhir (Diatikum)
Urapan terakhir ini memberi bekal akhir hidup kita di dunia ini dg satu harapan dg perjuangan2 terakhir sebelum berpulang ke rumah Bapa
 

        (Penjelasan lebih lanjut sbg Bahan bacaan)
a.    Anugerah khusus dari Roh Kudus.
     Rahmat pertama sakramen ini adalah kekuatan, ketenangan dan kebesaran hati untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan suatu penyakit berat atau dengan kelemahan karena usia lanjut. Rahmat ini adalah anugerah dari Roh Kudus yang memperbaharui iman, harapan dan kasih serta menguatkannya melawan godaan musuh yang jahat, melawan godaan untuk berkecil hati dari rasa takut akan kematian. Tindakan simbolis pengurapan bisa mengungkapkan daya tahan iman dan harapan pada Allah, dan sekaligus, melalui sentuhan fisik, pengurapan bisa menunjukkan kehadiran dan solidaritas insani (yang bisa menyembuhkan). Bantuan Tuhan melalui kekuatan RohNya hendak membawa orang sakit menuju kesembuhan jiwa, tetapi juga kesembuhan badan kalau Allah menghendakinya. Dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.
b.    Persatuan dengan sengsara Kristus
     Rahmat kedua ialah kekuatan dan anugerah Roh Kudus untuk mempersatukan diri lebih erat lagi dengan Tuhan yang menderita dan dimuliakan. Situasi penderitaan dan sakit membantu si sakit untuk bersatu dengan Kristus secara lebih nyata, sekaligus undangan untuk berpartisipasi pada kemenanganNya atas maut. Pengurapan itu juga menunjukkan solidaritas Kristus sendiri pada penderitaan si sakit. Jika demikian, maka saat-saat sakit dan penderitaan menjadi saat-saat rahmat, yaitu undangan untuk menghayati dalam Kristus dan bersama Kristus, saat-saat sakit itu. Jika penderitaan diterima dalam iman dan dengan gembira, maka penderitaan dan penyakit itu menjadi kesaksian akan rahmat dan karya Tuhan. Dengan demikian, si sakit ikutserta secara aktif dalam karya keselamatan, yaitu menjadi saksi akan kemenangan kebangkitan Kristus.
c.    Rahmat Gerejani
     Gereja mendoakan orang sakit dalam persekutuan para kudus dalam upacara sakramen pengurapan orang sakit. Melalui SPOS dan doa imam, seluruh Gereja menyerahkan mereka yang sakit kepada Tuhan yang bersengsara dan telah dimuliakan, supaya ia menyembuhkan dan menyelamatkan mereka. Bahan gereja mendorong mereka untuk secara bebas menggabungkan diri dengan sengsara dan wafat Kristus. Sebaliknya, bila si sakit menerima kesengsaraan dengan bebas, maka si sakit memberikan sumbangan rohani lewat rahmat sakramen demi pengudusan Gereja dan kesejahteraan semua orang.


d.    Persiapan untuk perjalanan terakhir.
Viatikum berarti bekal perjalanan terakhir bagi jemaat yang hendak meninggal. Urapan terakhir ini memberi bekal akhir hidup kita di dunia ini dengan satu harapan yang kuat untuk berhadapan dengan perjuangan-perjuangan terakhir sebelum berpulang ke rumah Bapa. Ekaristi adalah dan sepantasnya menjadi sakramen orang yang akan meninggal. Ekaristi mengandaikan bahwa situasi ini tidak disangkal, tetapi dibawa ke kesadaran dan ditempatkan pada kehadiran Allah yang mengasihi dan berbelas kasih.

3.    Sakramen Perkawinan
Definisi Perkawinan
Ø  Perkawinan adalah persekutuan hidup antara seorang pria dan wanita, atas dasar ikatan cinta kasih yang total, dengan persetujuan bebas dari keduanya yg tidak dapat ditarik kembali, dengan tujuan : kesejahteraan keluarga, perkembangan pribadi dan kelangsungan bangsa.
Ø  Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri, dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa.

Unsur2 yg membentuk Perkawinan sbg Convenant(Prjanjian)
1.    Perjanjian
-          Perkawinan adl tanda perjanjian Allh dg mc dan jg Kristus dg GrjaNya. Selain tanda dan saran, perkawinan jg menghadirkan dan mewujudkan Perjanjian Ilahi Allah dan Kristus.
-          Kata perjanjian menunjukkan lebh dr sekedar hub legal(kontrak) tp jg hub personal dan religius shg hanya trjadi antara 1 pria dan 1 wanita.
-          Kesatuan ini berarti hdup bersama dg pasangannya y.i kebersamaan untuk tetap menjadi dirinya sendiri dan tdk merampas kebebasan masing2 pasangan
2.    Keputusan Pribadi
-          Perjanjian menunjukkan proses slg memberikan dan menerima diri antara pasangan krn adanya keputusan pribadi yg dinyatakan dlm kesepakatan bg ungkpan seluruh pribadi masin2 pasangan
-          Keputusan bersifat intelektual dan sepenuhnya personal (termasuk ungkapan afektif) sbg ungkapan cinta kasih kemempelaian diantara  mrk berdua.
3.    Penyerahan diri secara total...dan mantap
-          Krn keputusan mengalir dr seluruh pribadi kedua org tsb(pasangan), mk kesepakatan dlm perjanjian itu adl suatu penyerahan diri yg menyeluruh.
-          Total berarti tnpa syarat, tdk mengenal batas dan berlangsung selamanya.
-          Mantap berarti penuh, bkn coba2.
-          Jd dlm perjanjian tersirat pemberian diri scr total tnpa syarat(cinta di berikan Cuma2)
4.    Kesatuan yg erat dan stabil
-          Saling pemberian dan penerimaan diri melahirkan tujuan bersama untuk seumur hidup shg keduanya menjadi 1 daging. Kesatuan ini empunyai dampak sosial: diakui masyarakat, bersifat erat dan stabil. Mk kesatuan ini menyiratkan tak terbatalkan.
-          Perkawinan sbg perjanjian berarti pemberian diri csr bebas dlm kasih dan tdk mengenal batas seperti Allah setia tanpa syarat pd komitmen kasih.
-          Perkawinan adl sakramen ata tanda dr perjanjian kasih Allah dg mc, Ysus dg Grj. Kasih suami istri menentukan sakramentalitas perkawinan.
5.    Rahmat sakramental
-          Skaramen perkawinan memberikan anugerah Roh Kudus yg khas. Rahmat ini menyempurnakan cinta suami istri untuk memperkuat kesatuan mereka yg tak terceraikan. Berkat rahmat ini mrk saling membantu untuk menjadi suci dlm hidup berkeluarga, menerima dan mendidik anak.
-          Kristus scr tetap hdir dlm perkawinan mrk dan terus menerus menawarkan rahmat yg mrk perlukan.
-          Mrka diberi prarasa dlm perjamuan perkawinan Anak Domba.

Keabsahan perkawinan
Ø  kedua mempelai dalam keadaan bebas, baik secara yuridis (tdk terikat perkawinan lain) maupun secara moral  (tdk ada tekanan).
Ø  Tidak ada halangan pernikahan dalam hal hubungan darah maupun ijin dispensasi.
Ø  Perkawinan katolik akan sah bila sudah ada perjanjian nikah (saling menukar janji) dan bila hubungan suami-istri itu sudah diungkapkan dalam hubungan seksual (matriomonium ratum et consummatum)
Ø  Dilaksanakan dihadapan dua saksi dan saksiresmi Gereja, yaitu imam atau diakon.
Ø  Di Indonesia: Orang yang hendak sling menerimakan sakramen perkawinan harus mengikuti pelajaran agama (kursus perkawinan) terlebih dahulu dan supaya mendapat penyidikan kanonik terlebih dahulu.

Sifat Perkawinan
1.       Bersifat Monogam
Ø  Perkawinan itu terjadi antara satu pria & satu wanita.
Ø  Sifat monogam ini didasarkan pd keutuhan & ke-tak-terbagi-an cinta Xtus kpd gereja
Ø  Pemberian kasih timbal-balik secara total hanya bias terjadi dlm relasi antara satu pria dg satu wanita
Ø  Sifat monogam menunjukkan bahwa hub kasih dlm perkawinan bersifat eksklusif
2.       Perkawinan Bersifat Tak Terceraikan
Ø  Jika perkawinan itu sudah abash secara ratum et consumatum, maka perkawinan itu harus berlangsung dlm suka-duka & tak bias diceraikan
Ø  Sifat tak-terceraikan ini meneladani sifat kasih Xtus sendiri yg setia & tdk berkesudahan
Ø  Sifat tak-terceraikan itu tdk berlaku ketika salah satu dari pasangan itu meninggal dunia
Ø  Dlm kasus seperti itu, pasangan yg masih hidup diperbolehkan menikah


4.    Sakramen Tahbisan
3 Jenjang imamat
1)       Tahbisan Uskup- kepenuhan Sakramen Tahbisan
-   Menurt tradisi yg mendapat tmpat utama adl mrk yg diangkat mnjd uskup krn pergantian sjk permulaan membawa benih rasuli. Mrka diperkaya dg pencurahan istimewa Roh Kudus yg trun dr Xt pada diri mrka mll penumpanagn tgn dan kata2 tahbisan dlm sakramen tahbisan. Sakramen ini memberikan cap meterai shg menjalankan peranan Xt: sbg Guru, Gembala dan Imam Agung serta bertindak dalam pribadi Yesus (in Eius persona agant).
-   Mll tahbisan uskup diterimakan kepenuhan Sakramen Imamat (Imamat penuh dr Ysus Xt) dan disebut sbg imamat tertinggi, keseluruhan pelayanan suci.
-   Dalam penahbisan uskup baru, beberapa uskup (uskup sekitar) turut serta. Penahbisan seorang uskup sah dg tindakan khusus dr uskpu Roma.
-   Uskup memiliki tgs atas Grj lokal yg dipercayakan kepadanya dan juga dia hrs memperhatikan semua Gereja lokal serta bertanggung jawab atas tugas2 misi Grj.

2)       Tahbisan Imam- rekan sekerja Uskup
-   Kristus diutus Bapa ke dunia, dan mll pra Rasul Dia mengikut sertakan pr pengganti mereka (uskup2) dalm tgs perutusan-Nya. Pr Uskup kmudian dg sah menyerahkan tgs pelayanan kpd berbagai orang dlm Grj dlm tgkat berbeda2.
-   Pelayanan yg terbawah diserahkan kpd imam shg imam mjd rekan2 kerja bagi tingkat para uskup. Krn tergabung dg fungsi Uskup, imam jg menyandang kewibawaan Xt untk membangun, menguduskan dan membimbing Tubuh-Nya. Dg materai istimewa, pr imam djaikan serupa Yesus sang Imam.
-   Imam tdk menerima puncak imamat dan melaksanakan kuasa tergantung Uskup. Akn tetapi perutusan mrk tdk trbatas dan sempit. Mrk disiapkan untuk misi keselamatan yg luas dan universal.
-   Tgs mereka scr khusus menyangkut ibadat Ekaristi (synaxis). Mrk menggabungkan doa2 umat beriman dg menghadirkan kurban Yesus.
-   Semua imam bersatu dlm persaudaraan sakramental dalm keuskupan yg mereka layani mjd satu presbiterium (dinyatakan deg penumpangan tagn pr imam sesudah uskup pd tahbisan baru)

3)       Tahbisan diaken- untuk pelayanan
-    Pada tkt lebih rendah, diaken ditumpangi tgn bukan untuk imamat  melainkan untuk pelayanan.  Uskup hy menumpangkan tgn dan dg demikian maka myatakan diaken bergabung bersama uskup dlm pelayanan. Dg cr yg khususu diaken  mengambil bagian dalam perutusan dan rahmat Kristus.
-   Tgs diaken: pelayanan rahasia ilahi terutama ekaristi, membagi komuni kudus, mmbaca Injil dan kotbah, mjd saksi akad Perkawinan dan memberkati mempelai, memimpin pemakaman, megabdiakan diri pd pelayanan karikatif

2 cara mengambil bagian imamat
Ada 2 cara mengambil bagian dlm imamat yaitu mll imamat umum dan imamat jabatan.
Imamat umum : Oleh pembaptisan setiap orang sbg anggota tubuh-Nya mengambil bagian dalam imamat Kristus(melanjutkan karya keselamatan Xt). Maka kewajiban baptisan adalah mengambil bagian dlm kegiatan apostolik dan misioner umat Allah dl tritugas Xt (nabi, imam, raja).
Imamat khusus / jabatan: cara khas dlm imamat Xt yg diambil oleh hirarkis berbeda dg umat Allah pd umumnya. Mrka scr khusus memberikan diri bagi tgs2 Xt.

Kedua imamat ini diarahkan satu kepada yg lain walaupn berbeda kodratnya. Imamat umum trlaksana dlm pgmbangan rhmat baptisan, pnghayatan iman, harapan, cinta dan hdup dlm Roh Kudus sdgkan imamat jabatan ada untuk melayani imamat umum. Keduanya sebagai sarana bagi Kristus untuk mmbangun dan membimbing Grj.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar