ariririta.com

Kamis, 15 Agustus 2013

Eklesiologi



1.    Pada ketiga abad pertama, gereja digambarkan sebagai tubuh, jelaskan & uraikan !
Ø  Gagasan ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari apa yang sudah dirintis Paulus dalam 1 Korintus.
Ø  Kristus hadir dalam Gereja, dan Gereja menghayati Kristus melalui sabda, sakramen          dan kurnia-kurnia roh lainnya.
Keterangan : Dalam konstitusi I yang dihasilkan pada Konsili Vatikan II adalah tentang Sacrosantum Consilium. Gereja awali sangat menekankan pentingnya sabda dalam kehidupan Kristen, bahwa Kristus hadir lewat sabda-Nya, dan kurnia-kurnia roh lainya (1 Kor 12).
Ø  Tanda khusus kehadiran Kristus dalam Gereja dan melalui Ekaristi (perjamuan agape).
Keterangan : Dalam ekaristi Kristus menyerahkan diri seutuhnya untuk kehidupan Gereja. Para Bapa Konsili Vatikan II menyadari pemberian diri Kristus di dalam sabda, perbuatan dan tubuh-Nya. Kita menyantap dua santapan yang membuat kita akan hidup. Mati dan hidup dalam hal ini adalah dalam pengertian teologi, bahwa mati : neraka dan hidup : surga.
Ø  Gereja merupakan himpunan banyak anggota dengan aneka pelayanan, fungsi, dan peraturan.
Keterangan : Semakin banyak orang semakin banyak aturan, namun jangan sampai kita diperbudak oleh aturan-aturan. Kristus begitu mencintai Gereja-Nya, sehingga aturan-aturan tidak membuat manusia terbelenggu tetapi semakin bebas, secara sadar, saya mau melakukan aturan-aturan ini.
Ø  Struktur semacam ini dilukiskan oleh Klemens dari Roma dan Ignasius dari Anthiokia sebagai tata susunan hidup surgawi (terutama dalam hal ibadat).
Keterangan : Semua berkiblat pada kerinduan kedatangan eskatologi/ kiamat cepat datang karena latar belakang mereka dalam pengejaran Romawi – Yunani, sehingga mereka cepat ingin berlalu dari dunia ini dan bersatu dengan Allah.
Ø  Uskuplah pusat dan kepala Gereja yang nampak, yang mengungkapkan kasih dan persatuan di dalam umat beriman.
Keterangan : Pada awalnya, yang menjadi pusat kepala Gereja adalah uskup. Dalam Timotius ada dua tokoh yang memimpin Gereja, yakni penilik atau uskup/presbyteros dan diakon.

2.    Pada ketiga abad pertama, gereja digambarkan sebagai kenisah Allah, jelaskan dan uraikan!

Ø  Gereja merupakan himpunan umat beriman yang mengarahkan perhatian secara istimewa kepa Allah.
Keterangan:  Perhatian istimewa kepada Allah adalah reaksi Gereja oleh umat yang mengungkapkan imannya lewat ritus dan liturgi. Perbedaan antara Ritus dan Liturgi : Ritus adalah cirri khas, Gereja Barat memakai ritus Roma dan Gereja Timur memakai ritus Bizantium. Ritus merupakan kekhasan mengungkapkan imann. Sedangkan liturgi merupakan wujud nyata dari ritus (ungkapan ritus).
Ø  Gereja mengambil alih Kenisah Perjajian Lama sebagai tempat istimewa di mana Allah menjumoai umat-Nya dan sebaliknya.
Keterangan : Dalam Perjanjian Lama yang pertama-tama umat Israel berada di padang gurun, ada yang disebut kemah abadi atau kemah kudus. Artinya jika umat Israel dalam perjalanan, di situ mereka membangun kemah-kemah yang dibuat pada satu kemah dan dikelilingi oleh kemah-kemah yang lain. Di dalam kemah itu ada satu peti berisi dual oh batu. Saat Israel tinggal menetap, mereka mendirikan kenisah.
Ø  Pusat Gereja adalah Yesus Kristus. Melalui Dialah Allah menjumpai umat-Nya, dan umat beriman berjumpa dengan Allah.
Keterangan:  Pusat Gereja adalah Yesus Kristus. Jadi Allah yang datang menguduskan umat-Nya lewat Yesus Kristus. Berliturgi bearti Kristus menjadi pengantara umat dengan Allah dan diberi arti rohani.
Ø  Setiap kali umat beriman berkumpul dalam nama Yesus Kristus, di situlah kenisah ada. Maka sesungguhnya sampai dengan abad V, umat beriman tidak mengenal istilah Gereja sebagai tempat atau bangunan.
Keterangan: Kenisah dalam arti rohani bukan suatu bangunan, tetapi bangunan rohani. Kira-kira abad 4/5 baru dikenal bangunan Gereja. Tidak seperti Yahudi, ketika Bait Allah dihancurkan, mereka tercerai-berai, bait Allah hancur dan sekarang tinggal tembok ratapan. Menurut hokum Gereja sesuatu yang sudah dikonsekrir atau disakralkan tetap tematerai selamanya. Tubuh adalah bait kudus Allah.
Ø  Gedung Gereja hanya berfungsi sebagai tempat agar kenisah Allah yang sebenarnya (umat beriman) dapat bertemu dan dinyatakan.
Keterangan: Manusia member respon kepada Allah dengan pujia-pujian, doa dan syukur. Kita percaya bahwa Allah hadir dan tinggal di dalam tabernake di Gereja. Sama ketika ada tabut perjanjian uamat merasa dilindungi. Kenisah Allah yang sebenarnya itu dapat mengungkapkan iman mereka. Allah datang menguduskan umat-Nya.

3.    Pada masa imperium romanum, gereja digambarkan sebagai imperium. Jelaskan & uraikan!
Ø  Edik Milano 313 yang dikeluarkan oleh Konstantinus Agung mengakui hak hidup Gereja Kristen secara resmi, namun maksud ini bukan berarti ia mendukung orang Kristen, tetapi karena ada maksud politik
Ø  Sejak saat itu Gereja berkembang dengan aman dan pesat, mereka semakin mengorganisir diri dalam segala hal, baik soal intern maupun ekstern. Mereka secara terang-terangan mengadakan perbaikan di sana sini karena sudah mendapat kebebasan melakukan peribadatan, lalu mereka secara terang-terangan memperbaiki di sana-sini.
Ø  Pemimpin Gereja mendapat penghormatan dan kedudukan seperti pemimpin dunia profane. Saat itu paus di angkat kedudukannya sebagai pemimpin yang sejajar dengan pemimpin Negara
Ø  Terjadilah simbiose antara Gereja dan dunia, maka sifat eskatologis Gereja berangsur-angsur menghilang dan KA mendapat tempat mewujudkan diri di dunia ini. Inilah kekeliruan secara duniawi. Saat manusia diberi kebebasan, mereka menyalahgunakan
Ø  Lambat laun istilah umat Allah hanya menjadi kebudayaan/politis belaka, karena jemaat tidak lagi mementingkan urusan iman tapi lebih pada hal yang bersifat duniawi. Demikianlah Gereja yang memandang diri sebagai Imperium yang berkuasa mutlak
Ø  Pada waktu pusat kekaisaran Romawi berpindah ke Konstantinopel praktis para pemimpin Gereja Barat (Paus) ikut campur dalam mengurus Negara (Gereja ikut mengurus Negara dalam hal politik)
Ø  Maka muncullah ketegangan antara Kaisar dan Paus mengenai negara dan Gereja. Siapa yang berwenang dan berkuasa? Yustinianus mendirikan theokrasi. Dan inilah yang didambakan Yustinianus untuk meredakan kekacauan ketegangan Gereja dan dunia, kaisar tetap kaisar, tetapi undang-undang adalah berdasarkan agama.
Ø  Kendati demikian Gereja Timur tetap sibuk dengan urusan teologi. Maka para Bapa Gereja Timur menekankan tentang ekonomi keselamatan (keselamatan yang ada dalam rumah Allah) semakin diperdalam dan mengarah ke pemahaman tentang Trinitas

4.    Ada 4 hal yang memicu terjadinya gerakan reformasi luther. Sebutkan dan jelaskan!
a.       Latar Belakangx:
Apa yg menyebabkan Gereja terpecah belah?
v Semakin Gereja itu tidak bersatu, maka Gereja itu akan punah dan tercerai berai
v Selain hirarki, awam juga mulai dilibatkan. Dg dilibatkanx kaum awam, maka kaum awam juga melihat hal yg tidak beres dan dari itu terjadi sengketa antara hirarki dan kaum awam/saling menyaingi
v Munculx filsafat liberlasise, yaitu:
1.       Inkuisisi
2.       Secara diam2 uskup mempunyai istri dan anak
3.       Klerus sangat tergila2 dg uang
b.       Semua ini memicu terjadix gerakan reformasi dan akhirx Gereja terpecah belah, maka Luther mendirikan gerakan baru yg disebut dg gerakan reformasi, dan membuang kekhasan yg ada di Gereja Kat: menghapus semua sakramen, kecuali
      sakramen Baptis, larangan mematung, tidak ada lagi devosi2 kepada Maria. Menurut Luther, Maria tidak lagi mempunyai peran dalam gereja.

5.    Jelaskan apa yang dimaksud dengan gerakan galikanisme!
Gallikanisme adalah suatu ritus yang lebih tua dari ritus Roma. Berkembang di Prancis.
Gallikanisme adalah aturan atau gerakan yang bersifat gerejani dan politis di Perancis. Gerekan ini menuntut pembebasan dari Gereja Katolik Roma (GKR) di Perancis dan dari kekuasaan Sri Paus. Gallikanisme ini menolak campur tangan uskup dan paus dalam pemerintahan duniawi termasuk pengangkatan dan pemecatan raja-raja oleh paus.

Berpuncak pada deklarasi “Kebebasan Gallikan” Tahun 1682 dengan beberapa kejadian, seperti:
a.  Pertikaian antara raja Phillips IV dengan Paus Bonifasius VIII
b.  Pembuangan Paus diAvignon
c.  Skisma barat merupakan konsekuensi lebih lanjut atas dua Paus, sehingga Gereja Roma terbagi menjadi dua, satu Gereja yang mengabdi paus di Avignon dan Paus yang berada di Vatikan Roma.
d.  Konkordat 1516 antara Raja Francis I dan Paus Leo X(persetujuan kerjasama Gereja dan negara)
e.  Penolakan Perancis terhadap keputusan pembaharuan Konsili Trente.
DKL: Perancis ingin lebih mandiri dan tidak terikat pada Roma. Tahun 1663 parlemen Perancis memaksa Fakultas Teologi Sorborne memeluk Gallikanisme.

Isi kebebasan Gallikanisme:
a.    Paus hanya diberi kekuasaan rohani oleh Allah
b.    Kekuasaan Paus dibatasi oleh dekrit-dekrit konsili Constance tentang wewenang konsiliekumenis.
c.    Pelaksanaan kekuasaan Paus diatur kanon-kanon Gereja
d.    Dalam soal ajaran iman, pau memang memiliki wewenang besar, akan tetapi jika gereja semesta tidak menyetujui maka keputusan harus diperbaiki.

Pada Tahun 1690 Paus Alexander mengutuk deklarasi ini dan pada Tahun 1683 deklarasi ini dicabut. Walaupun demikian deklarasi ini masih dipraktekkan di Perancis sampai abad ke-19. Penyelesaian definitif dalam Konsili Vatikan I dengan menyebutkan soal Infallibilitas Paus.



6.    Jelaskan apa yang dimaksud dengan gerakan febronianisme!
Ø  Febronianisme berkembang di Jerman, dimana para Uskup merangkap menjadi pangeran. Pengaruh Gallikanisme melatarbelakanginya dan mereka berusaha menggeser kepemimpinan Paus pada mereka(episkopalisme). Pada abad-18 aliran ini menjadi ekstrim di bawah uskup pembantu Trier J.N.Von Hontheim(yang memakai nama samaran Febronius)
Ø  Febronius(dibawah pengaruh Z.B.Van Espen dari Leuven) menulis De Statu Ecclesia Et Legitima Potestate Romani Pontificis sebanyak 5 jilid dengan isinya antara lain:
“Demi persatuan dalam Gereja dan pembaharuan, maka perlu adanya desentralisasi dalam Gereja sehingga setiap keuskupan menjadi kuat. Maka sebagai ganti monarki kepausan, hendaknya setiap episkopat di semua Negara berkuasa dan dalam kebersamaan pada Konsili memegang wewenang tertinggi dalam Gereja.
Ø  Kelak Febronius menarik kembali tulisannya dan pada tahun 1786 dia dikutuk oleh Breve Super Soliditate Petrae serta mendapat jawabannya dalam Konsili Vatikan I.

DKL: Febronianisme adalah gerakan dalam Gereja Katolik Roma di Jerman yang menolak kekuasaan duniawi Sri Paus. Gerakan ini mengakui Paus sebagai Kepala Gereja dalam hal iman dan moral, tetapi tidak dalam hal kekuasaan duniawi. Kekuasaan duniawi paus yang didasarkan pada Donatio Constantini dan kumpulan keputusan paus yang dikumpulkan oleh Isidorus Sevilla ditolak karena dokumen-dokumen tersebut palsu. Gerakan ini tidak berhasil karena pecahnya Revolusi Perancis dan kurangnya dukungan dari para uskup Jerman lainnya.

7.    Jelaskan apa yang dimaksud dengan gerakan josephinisme!
Josephinisme adalah usaha Negara untuk menguasai urusan-urasan gereja, yang diilhami oleh pencerahan AUFKLARUNG dan dilakukan oleh Josep II dari Austria. Karena campur tangannya dalam urusan Gereja, ia diberi nama “Kaisar Koster”. Dengan maklumat toleransi yang dikeluarkan tahun 1781, ordo-ordo religious konteplatif ditekan, ordo-ordo religious yang berkarya di bawah kekuasasan Josep II harus memilih satu jenis karya, kegiatan ziarah, misalnya ke tempat suci, dilarang, dan yuridiksi terhadap milik Gereja dialihkan dari paus kepada Negara. Meskipun Joseph II mencabut sebagian dari perundang-undangan yang dibuat sebelum meninggal, Josepinisme baru dihentikan pada tahun 1850. Josephinisme berkembang di Austria di bawah ratu Maria Theresia yang ingin mengadakan perubahan di dalam Gereja

8.    Jelaskan & uraikan tujuan diadakan kv I
Latar belakang:
Situasi perkembangan zaman pada saat itu : ilmu teknologi mulai dikenal, pabrik-pabrik mulai diciptakan dan digemakan sebagai pengganti tenaga kerja sehingga ini mengakibatkan banyaknya pengangguran, mau tidak mau anak-anak yang berusia 5 tahun ke atas harus bekerja untuk membatu orang tua. Maka diadakanlah Konsili Vatikan I 1869-1870
Ø Untuk mempersatukan dunian Katolik agar secara perkasa dapat memperlihatkan kebenaran yang melawan sesatan-sesatan waktu itu dan untuk menyesuaikan disiplin Gereja dengan situasi baru.
Keterangan: sesatan (partikularisme, rasionalisme, deisme). Disiplin gereja:  Gereja berusaha menyesuaikan diri dengan situasi membangun teologi dan situasi saat itu. Moral dan dogmatis direvisi.
Ø Konstitusi Dogmatis Pastor Aeternus mengupas primat yurisdiksi Paus dan infabillitas Paus: Paus memiliki kekuasaan memimpin Gereja dalam taraf tertinggi, secara biasa dan langsung atas seluruh Gereja, atas setiap umat dan semua gembala.
Keterangan: Pastor Aeternus :gembala yang baik. Paus adalah gembala tertunggi, meliputi masalah iman, disiplin dan hirarki. 
Ø Kekuasaan ini meliputi masalah iman dan etika maupun disipilin dan kepemimpinan Gereja.
Ø Jika Paus berbicara secara EX CATHEDRA, maka keputusannya tak dapat salah dan tak dapat diubah.
Keterangan: Keputusan ini dibukukan oleh Denzinger dan Schumacher mereka berjasa mengumpulkan keputusan-keputusan ini. Pada waktu itu dogma diterima tanpa masalah, tetapi sekarang dipermasalakan lagi.
Ø Masalah hubungan antara paus dengan para uskup tidak sempat dibicarakan karena konsili ditutup dengan adanya perang dunia I. KELAK Konsili Vatikan II yang membahasnya.

9.    Menjelang abad xx, gereja dilukiskan sebagai  tubuh mistik kristus. Jelaskan & uraikan.
Ø  Dalam ensiklik dari Pius XII ini  mau diperlihatkan bahwa Gereja tidak cukup dilukiskan sebagai perhimpunan secara yuridis-organisasi, tetapi kelembagaan Gereja harus dikaitkan dengan seluruh misteri Yesus Kristus dan iman kita pada-Nya.
Keterangan: Sebelum Paus Pius XII mengeluarka enseklik ini, gereja betul-betul merasa diri sebagai yayasan, badan yang sarat dengan aturan-aturan.
Ø  Toh enseklik ini tetapkurang jelas. Diskusi mengenai “Tubuh Mistik Kristus” dicampur adukan antara pengertian ekaritis dan badan moral.
Ø  Kelak pandangan Pius XII ini diulang dalam Enseklik Humani Generis yang menyatakan bahwa “Tubuh” tidak diartikan sebagai badan moral belaka, melainkan komunitas adi kodrati, karena Roh yang menjiwainya.
Keterangan: Menurut enseklik Humane Generis, Katolik is the best, karena hanya orang Katolik yang akan diselamatkan.
Ø  Selain itu, enseklik MCC juga menekankan batas-batas yang jelas dengan rekan-rekan ekuminis, sehingga menghambat gerakan ekumenisme. (kelak KV II akan merumuskannya dengan lebih simpatik dalam LG 8)
Ø  MCC juga menekankan bahwa yang disebut anggota Tubuh Kristus adalah mereka yang dibaptis, mengakui iman yang benar, tidak memisahkan diri entah sebagai heresi  (ikut gereja reformasi) entah secara skisma (ikut gereja timur) entah karena dikucilkan (apostasi).
Ø  Demikian pula MCC menekankan perlunya orang masuk gereja agar diselamatkan. Maka gereja perlu demi keselamatan. Ini merupakan penafsiran baru mengenai extra ecclesiam nulla salus dari Cyprianus.    

10. Sebutkan & uraikan secara singkat dokumen-dokumen penting kv II yang berbicara tentang gereja.
Ø  Ada 2 pandangan pokok Konsili mengenai Gereja yang tertuang dalam 2 konstitusi.
Ø  Konstitusi pertama ialah Konstitusi Dogmatis Lumen Gentium. Gereja menyadari diri sebagai umat Allah. Hirarki, yang dalam masa-masa sedalamnya sangat ditonjolkan, kini tidak lagi ada. Awam tidak lagi dilihat sebagai  pelengkap penyerta”, tetapi sebagai sebagai “rekan kerja hirarki” terutama dalam mewujudkan dimensi sekuler pengutusan Gereja. Hanya awamlah yang mampu menjalankannya. Itulah sebabnya mengapa konsili jug amenerbitkan dekrit Apostolicam Actuositatem(mengenai kerasulan kaum awam).
Ø  Konsili Vatikan II juga menggarap kemballi teologi tantang episkopat yang dalam perjalanan sejarah Gereja (khususnya abad pertengahan) gak tersisihkan. Maka konsili menekankan kembali kolegialitas para uskup, yang hanya memiliki wewenag dalam kesatuan dengan uskup Roma sebagai kepala, serta tanpa menodai kekuasaan primat paus diatas semua gembala dan umat beriman (art 22-23)
Ø  Dengan demikian kolegialitas ini mengambil bagian dalam, pemeliharaan rohani Gereja Partikular-Gereja Lokal-Gereja Universal.
Ø  Konstitusi kedua adalah Gaudium et Spes. Sebuah konstitusi pastoral yang mengeksplisitkan kesadaran umat beriman yang ditus kepada dunia dengan segala permasalahannyadan dengan segala suka-dukanya.
Ø  Pandangan Konsili mengenai Gereja ini juga dilengakpi dengan dekrit mengenai misi Gereja : Ad Gentes.
Ø  Selain itu Konsili juga menyapa semua pihak:
Gereja Timur (OE), Gereja-Gereja reformasi (UR), orang-orang beragama non Kristen (NA) dan para pemimpin bangsa-bangsa untuk memperhatikan masalah kebebasan beragama (DH).
Ø  Dari uraian singkat ini, kita dapat melihat bahwa para bapa Konsili tidak ingin memonopoli masalah keselamatan, melainkan menawarkan kasih dan persahabatan, bersama-sama membangun dunia baru dan menciptakan persaudaraan universal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar