ariririta.com

Sabtu, 23 Februari 2013

CONTOH RPP AGAMA KATOLIK BERKARAKTER-SMA



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan     
Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester          : X/ I
Materi Pembelajaran   : Bersikap Kritis Terhadap Ideologi dan Gaya Hidup
Alokasi Waktu            : 2 x 45 menit

A.    Standar Kompetensi
Memahami nilai-nilai keteladanan Yesus Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik.

B.     Kompetensi Dasar
Bersikap kritis terhadap pengaruh mass media, kelompok tertentu dan sebagainya mampu mengambil keputusan yang tepat dan benar yang dapat dipertanggungjawabkan.

C.    Indikator
Pada akhir pelajaran siswa dapat:
1)      Menjelaskan berbagai bentuk ideologi yang berkembang dalam hubungan dengan kaum muda; (kritis, berpendapat)
2)      Menjelaskan berbagai gaya hidup yang berkembang dalam hubungan dengan kaum muda; (kritis, berpendapat)
3)      Menjelaskan sikap dasar Yesus terhadap aliran dan paham yang berkembang dalam zaman-Nya berdasarkan Teks Kitab Suci (Mat 23:1-36, Mat 22:23-33 dan Luk 4;1-13); (religius)
4)      Menyebutkan sikap-sikap yang perlu dikembangkan dalam menghadapi ideologi dan gaya hidup yang berkembang; (kritis, percaya diri, tanggung jawab)
5)      Menyusun refleksi terhadap ideologi dan gaya hidup yang berkembang.(religius, kritis, peka)

Karakter
Religius, Bertanggung jawab, Peka dan Kritis.

Ketrampilan Sosial
Mengembangkan keterampilan mengemukan pendapat.

D.    Tujuan Pembelajaran:
1)      Menjelaskan berbagai bentuk ideologi yang berkembang dalam hubungan dengan kaum muda;
2)      Menjelaskan berbagai gaya hidup yang berkembang dalam hubungan dengan kaum muda;
3)      Menjelaskan sikap dasar Yesus terhadap aliran dan paham yang berkembang dalam zaman-Nya berdasarkan Teks Kitab Suci (Mat 23:1-36, Mat 22:23-33 dan Luk 4;1-13);
4)      Menyebutkan sikap-sikap yang perlu dikembangkan dalam menghadapi ideologi dan gaya hidup yang berkembang;
5)      Menyusun refleksi terhadap ideologi dan gaya hidup yang berkembang.

Karakter
Religius, Bertanggung jawab, Peka dan Kritis.

Ketrampilan Sosial
Mengembangkan keterampilan mengemukan pendapat.

E.     Bahan kajian:
1)      Berbagai bentuk ideologi yang berkembang dalam hubungan dengan kaum muda;
2)      Berbagai gaya hidup yang berkembang dalam hubungan dengan kaum muda;
3)      Sikap dasar Yesus terhadap aliran dan paham yang berkembang dalam zaman-Nya berdasarkan Teks Kitab Suci (Mat 23:1-36, Mat 22:23-33 dan Luk 4;1-13);
4)      Sikap-sikap yang perlu dikembangkan dalam menghadapi ideologi dan gaya hidup yang berkembang.

F.     Media Pembelajaran:
Laptop, VCD, Foto Demonstrasi mahasiswa, Foto Mode (Baju dan Penampilan), Kitab Suci

G.    Model Pembelajaran:
1. Model Pembelajaran: Katekese Umat
2. Metode Pembelajaran: dialog/tanya jawab, diskusi kelompok, penugasan, informasi
H.    Langkah-langkah Kegiatan:
Kegiatan awal/Pembukaan (10 menit):
1.      Guru mengucapkan salam, mengecek kehadiran siswa, dan mengecek kesiapan kelas
2.      Doa pembukaan
Allah Bapa yang Maha Pengasih, kami bersyukur atas kesempatan yang boleh kami terima sehingga kami dapat berkumpul di tempat ini untuk belajar. Semoga melalui pelajaran pada hari ini, kami lebih peka dn bersikap kritis pada ideologi maupun gaya hidup yang berkembang. Terangiah akal, budi dan pikiran kami agar kami mampu meneladan Putra-Mu Terkasih, Tuhan kami. Amin.

3.      Apersepsi
Guru menyajikan foto-foto mahasiswa yang sedang berdemo dan tren hidup (mode, musik, dll.). Kemudian mengajukan pre test:
Apakah kalian pernah menyaksikan peristiwa seperti gambar tersebut? Ataukah kalian pernah mengalaminya? Coba sharingkan pengalamanmu!

4.      Guru menyimpulkan pengalaman/pengetahuan siswa.
Seringkali kita menyaksikan baik secara langsung maupun di TV dimana banyak mahasiswa yang berdemo dijalan-jalan maupun di tempat-tempat umum untuk menyampaikan aspirasinya berkaitan dengan kehidupan dan kepentingan bersama. Hal itu merupakan salah satu wujud dari sikap kritis terhadap ideologi dan gaya hidup yang berkembang.


5.      Guru menyampaikan tujuan dan manfaat mempelajari
Pada pertemuan kali ini kita akan  mempelajari ideologi dan gaya hidup yang saat ini berkembang yang berhubungan langsung dengan kaum muda sehingga kita dapat bersikap kritis secara tepat dan dapat menentukan sikap dalam menghadapi perkembangan ideologi dan gaya hidup.

Kegiatan Inti (70 menit):

Membaca cerita tentang ideologi

Ideologi”

Sungguh pedih membaca tentang kebengisan manusia terhadap sesamanya
Inilah laporan sebuah surat kabar tentang penyiksaan
Yang dilakukan dalam kamp konsentrasi modern

Korban diikat pada kursi besi
Arus listrik di alirkan dalam tubuhnya
Semakin lama semakin kuat
Sampai akhirnya mengaku

Algojo mengepalkan tinju
Dan menghantam telinga si korban
Bertubi-tubi sampai gendang telinganya pecah

Seorang tahanan didudukan di kursi dokter gigi
Kemudian dokter mengebor giginy sampai menyentuh syaraf
Pengeboran berjalan terus,
Sampai akhirnya si korban menyerah.

Manusia pada hakikatnya bukanlah makhluk yang bengis.
Ia menjadi bengis kalau ia merasa tidak bahagia atau kalau ia menganut suatu ideologi.
Satu ideologi melawan ideologi yang lain;
Satu sitem melawan sistem yang lain;
Satu agama melawan agama yang lain;
Dan manusia terhimpit di dalamnya.

Orang-orang yang menyalibkan Yesus barangkali bukan orang kejam. Mungkin sekali mereka itu suami yang penuh pengertian dan ayah yang mencintai anak-anaknya. Mereka dapat menjadi begitu kejam demi mempertahankan suatu sistem, ideologi, atau agama.
Seandainya orang-orang beragama itu selalu lebih mengikuti suara hati mereka daripada logika agamanya, kita tidak perlu meyaksikan pengikut-pengikut bidaah dibakar, janda-janda terjun dalam api pembakaran jenasah suaminya dan jutaan manusaia tidak berdoasa dibantai dalam peperangan-peperangan yang dilancarkan atas nama agama dan Allah.

Kesimpulan: Jika engkau harus memilih antara suara hati yang penuh belas kasih dan tuntuan ideologi, tolaklah ideologi tanpa ragu-ragu. Belas kasih tidak bersifat ideologis.

(Burung Berkicau, karya Anthony de Mello, SJ.)

1.     Peserta didik mendalami cerita “Ideologi” dengan cara mendiskusikan dengan teman sebangkunya, dibantu dengan pertanyaan sebagai berikut:
1)      Bagaimana kesanmu terhadap cerita tersebut?
2)      Apa pesan cerita yang dapat kamu ambil?
3)      Apa pemahamanmu tentang ideologi?
4)      Apa saja macam-macam ideologi yang saat ini berkembang?
5)      Menurutmu, apakah baik dan buruknya suatu ideologi?
6)      Apa pendapatmu mengenai ideologi dan aliran yang berkembang saat ini?

2.      Siswa memplenokan hasil diskusi. Selanjutnya guru merangkuman jawaban siswa dan memberikan informasi mengenai ideologi, sbb:

-          Ideologi adalah sekumpulan ide atau gagasan yang mempengaruhi cara pandang kiata segala sesuatu hal. Didalam ideologi terdapat pemikiran, cita rasa, dan segala upaya yang menjadikan falsafah hidup seseorang. Ideologi seringkali diterapkan pada masalh-masalah publik, kehidupan bersama, politk dan ekonomi.
-          Berbagai macam ideologi yang saat ini berkembang adalah:
a)      Liberalisme yaitu cara pandang yang memamndang kebebasan sebagai nilai politik yang paling utama
b)      Komunisme yaitu ideologi yang mencita-citakan suatu sistem masyarakat yang setiap anggotanya memperoleh sesuai kebutuhan. Untuk menyejahterakan kaum pekerja, dibutuhkan bentuk dan upaya kebersamaan demi kepentingan umum.
c)      Kapitalisme yaitu suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakuakan usaha utnuk meraih keuntungan sebesar-besarnya.
d)     Demokrasi adalah suatu gagasan yang menyangkut sistem pemerintahan atau suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat atas negara.
e)      Neo-liberalisme yaitu pahan yang memfokuskan upaya-upaya pada perdagangan bebas.
f)       Teokrasi adalah paham ayang menghendaki agama menguasai masyarakat politis.
g)      Nasionalisme adalah suatu pandangan yang berpusat pada diri sendiri.
                                   
3.     Siswa dibagi kedalam beberapa kelompok kemudian mendata gaya hidup dan isu-isu yang berkembang kemudian memberikan tanggapan atas gaya hidup maupun isu-isu yang berkembang tersebut.

No
Gaya hidup/ Isu-isu yang berkembang
Tanggapan
1
Materialisme

2
Isu Gender

3
Dll.

4


5


dst.



4.     Pleno dan informasi.
Siswa memplenokan hasil dari kerjanya kemudian guru memberikan informasi sehubungan dengan gaya hidup dan isu-isu yang berkembang
a)      Tantangan budaya Materialistik dan hedonistik
Keduanya adalah gaya hidup yang berlimpah materi dan kesenangan. Materialisme adalah paham yang memandang segala kehiduapan ini adalah materi. Cara pandang ini menyebabkan segala hal diukur dengan materi baik kebahagiaan, keberhasialan maupun tujuan hidup sendiri. Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap kesenagana dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama hidup.

b)      Konsumerisme
Yaitu gaya hidup yang mengakomodir keinginan dalam memneri barang-barang komoditi dalam jumlah besar bukan karena kebutuhan, tetapi karena keinginan, kenikmatan, kepuasan dan status.
c)      Individualisme
Yaitu suatu gaya hidup dimana segala kepentingan harus mengutamakan kepentingan pribadi sehingga cenderung memisahkan tajam dua bidang kehidupan yaitu privat dan umum.
d)     Isu Gender
Gerakan kaum perempuan akan menjadi gerakan pembebasan yang paling kuat dan terasa dampaknya dimana gerakan ini akan merombak paradigma sosial lama dari sistem patriakal menuju masyarakat baru.
e)      Isu demokrasi, Otonomi, Hak Asasi
f)       Isu Lingkungan hidup

5.     Sikap Yesus terhadap aliran dan paham yang berkembang di zamannya
Guru membagi siswa ke dalam 3 kelompok, kemudian masing-masing kelompok berdiskusi untuk merumuskan sikap Yesus terhadap aliran dan paham yang berkembang di zamannya.

Kelompok I Mat 23:1-36
23:1 Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
23:2 "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
23:3 Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
23:4 Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
23:5 Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
23:6 mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
23:7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
23:8 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
23:9 Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
23:10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
23:11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
23:12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
23:13 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.
23:14 [Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.]
23:15 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.
23:16 Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.
23:17 Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu?
23:18 Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.
23:19 Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?
23:20 Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya.
23:21 Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ.
23:22 Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.
23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
23:24 Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.
23:25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
23:26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.
23:27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.
23:28 Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.
23:29 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh
23:30 dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu.
23:31 Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu.
23:32 Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!
23:33 Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?
23:34 Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota,
23:35 supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah.
23:36 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semuanya ini akan ditanggung angkatan ini!"


Kelompok II Mat 22:23-33
22:23 Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
22:24 "Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang mati dengan tiada meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
22:25 Tetapi di antara kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya.
22:26 Demikian juga yang kedua dan yang ketiga sampai dengan yang ketujuh.
22:27 Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itu pun mati.
22:28 Siapakah di antara ketujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua telah beristerikan dia."
22:29 Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!
22:30 Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.
22:31 Tetapi tentang kebangkitan orang-orang mati tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda:
22:32 Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."
22:33 Orang banyak yang mendengar itu takjub akan pengajaran-Nya.

Kelompok III Luk 4;1-13.
4:1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.
4:2 Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.
4:3 Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti."
4:4 Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja."
4:5 Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.
4:6 Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.
4:7 Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu."
4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
4:9 Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,
4:10 sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,
4:11 dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
4:12 Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
4:13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Pertanyaan diskusi:
Bagaimana sikap Yesus terhadap aliran, paham dan gaya hidup yang berkembang pada zamannya? Apa saja paham, ideologi, maapun gaya hidup yang digambarkan dalam teks tersebut?

6.     Pleno, rangkuman dan informasi mengenai sikap Yesus terhadap aliran dan paham yang berkembang di zamannya.
Informasi   :
-          Ketika Yesus di Palestina Ia bertemu dengan berbagai macam ideologi, paham dan alairan, misalnya kaum Farisi, kaum Saduki, kaum Eseni, kaum Zelot.
-          Dalam menghadapi berbagai ideologi, aliran dan paham yang berkembang tersebut Yesus bersikap kritis, berusaha tidak terpengaruh, dan tegas memilih. Ia tegas memperjuangkan cinta kasih dan menolak berbagi gerakan yang menggunakan kekerasan maupun yang merandahkan martabat manusia.
-          Yesus juga kritis terhadap tawaran duniawi yang dialami-Nya ketika digoda iblis (lih. Luk 4:1-13)

7.     Sikap-sikap yang dibangun dalam menghadapi ideologi dan gaya hidup yang berkembang
Guru melakukan tanya jawab tentang sikap-sikap yang dibangun dalam menghadapi ideologi dan gaya hidup yang berkembang.
Sikap-sikap apa yang perlu dibangun untuk menghadapi berbagai ideologi atau paham yang berkembang? Jelaskan berdasarkan prinsip ajaran iman kristiani!

8.     Rangkuman jawaban dari siswa dan informasi dari guru.
Informasi: Sikap-sikap apa yang perlu dibangun untuk menghadapi berbagai ideologi atau paham yang berkembang sesuai ajaran kristiani adalah dengan memilih apa yang benar, tepat dan sesuai denagn nilai-nilai kristiani, yang tidak merendahkan martabat orang lain, mengkritisi berbagai cara pandang, media dan ideologi agar menjadi pribadi yang autentik, dewasa dan bertanggung jawab.
Selain itu juga harus berani menyatukan diri dengan perkembangan dunia namun juga berani melepas apa yang ‘nikmat’.

9.     Membuat refleksi tertulis secara bebas dalam bentuk surat kepada teman, atau catatan diari, atau artikel yang menerangkan segi positif dan negatif ideologi bagi hidup beriman.

Pilihlah salah satu ideologi atau paham atau gaya hidup yang saat ini berkembang. Buatlah refleksi tertulis secara bebas dalam bentuk surat kepada teman, atau catatan diari, atau artikel yang menerangkan segi positif dan negatif ideologi bagi hidup beriman!

Penutup (10 menit):
1)   Rangkuman keseluruhan.
2)   Post Test
1.    Jelaskan berbagai macam ideologi yang berkembang!
2.    Jelaskan berbagai bentuk gaya hidup yang muncul saat ini! Bagaimana tanggapanmu?
3.    Bagaimana sikap Yesus terhadap aliran dan paham yang berkembang dalam zaman-Nya?
4.    Sebutkan sikap-sikap dalam menghadapi ideologi dan gaya hidup yang berkembang!
3)   Doa penutup.
Allah Tritunggal, kami bersyukur bahwa Engkau telah memberikan teladan yang sempurna bagi kami dalam menghadapi ideologi, aliran dan gaya hidup yang berkembang dalam dunia ini. Semoga dengan kuasa Roh Kudus kami mampu bersikap kritis seturut nilai-nilai kristiani. Ini semua kami haturkan dengan perantaraan Yesus Kristus Putra-Mu. Amin.

I.       Sumber Pembelajaran
-          Foto mahasiswa Demostrasi dan foto mode (baju, gaya hidup)
-          Teks Kitab Suci Mat 23:1-36, Mat 22:23-33 dan Luk 4;1-13.
-          Cerita “ Ideologi” karya Anthony de Mello, SJ
-          Buku Teks PAK


J.      Kunci Jawaban
1. Berbagai macam ideologi yang saat ini berkembang adalah:
a)      Liberalisme yaitu cara pandang yang memamndang kebebasan sebagai nilai politik yang paling utama
b)      Komunisme yaitu ideologi yang mencita-citakan suatu sistem masyarakat yang setiap anggotanya memperoleh sesuai kebutuhan. Untuk menyejahterakan kaum pekerja, dibutuhkan bentuk dan upaya kebersamaan demi kepentingan umum.
c)      Kapitalisme yaitu suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakuakan usaha utnuk meraih keuntungan sebesar-besarnya.
d)     Demokrasi adalah suatu gagasan yang menyangkut sistem pemerintahan atau suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat atas negara.
e)      Neo-liberalisme yaitu pahan yang memfokuskan upaya-upaya pada perdagangan bebas.
f)       Teokrasi adalah paham ayang menghendaki agama menguasai masyarakat politis.
g)      Nasionalisme adalah suatu pandangan yang berpusat pada diri sendiri.

2.Gaya hidup dan isu yang berkembang
-          Tantangan budaya Materialistik dan hedonistik
-          Keduanya adalah gaya hidup yang berlimpah materi dan kesenangan. Materialisme adalah paham yang memandang segala kehiduapan ini adalah materi. Cara pandang ini menyebabkan segala hal diukur dengan materi baik kebahagiaan, keberhasialan maupun tujuan hidup sendiri. Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap kesenagana dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama hidup.

-          Konsumerisme
-          Yaitu gaya hidup yang mengakomodir keinginan dalam memneri barang-barang komoditi dalam jumlah besar bukan karena kebutuhan, tetapi karena keinginan, kenikmatan, kepuasan dan status.
-          Individualisme
-          Yaitu suatu gaya hidup dimana segala kepentingan harus mengutamakan kepentingan pribadi sehingga cenderung memisahkan tajam dua bidang kehidupan yaitu privat dan umum.
-          Isu Gender
-          Gerakan kaum perempuan akan menjadi gerakan pembebasan yang paling kuat dan terasa dampaknya dimana gerakan ini akan merombak paradigma sosial lama dari sistem patriakal menuju masyarakat baru.
-          Isu demokrasi, Otonomi, Hak Asasi
-          Isu Lingkungan hidup
10.  Dalam menghadapi berbagai ideologi, aliran dan paham yang berkembang tersebut Yesus bersikap kritis, berusaha tidak terpengaruh, dan tegas memilih. Ia tegas memperjuangkan cinta kasih dan menolak berbagi gerakan yang menggunakan kekerasan maupun yang merandahkan martabat manusia. Yesus juga kritis terhadap tawaran duniawi yang dialami-Nya ketika digoda iblis.
11.  Sikap-sikap apa yang perlu dibangun untuk menghadapi berbagai ideologi atau paham yang berkembang sesuai ajaran kristiani adalah dengan memilih apa yang benar, tepat dan sesuai denagn nilai-nilai kristiani, yang tidak merendahkan martabat orang lain, mengkritisi berbagai cara pandang, media dan ideologi agar menjadi pribadi yang autentik, dewasa dan bertanggung jawab. Selain itu juga harus berani menyatukan diri dengan perkembangan dunia namun juga berani melepas apa yang ‘nikmat’.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar