ariririta.com

Senin, 11 Juni 2012

RENUNGAN Hari Raya Tritunggal Mahakudus


TUGAS KATEKETIK
Renungan Hari Minggu, 30 Mei 2010
Hari Raya Tritunggal Maha Kudus
Mengimani dan Meneladani Allah Tritunggal dalam Hidup Sehari-hari
Yoh 16:12-15
…Roh Kebenaran akan memimpin kamu kepada kebenaran…

Saudara-saudara yang terkasih,
Sesudah Hari Raya Pentakosta, kita bersama dengan Gereja merayakan Hari Raya Tritunggal Maha Kudus. Rumusan Allah Tritunggal merupakan hal menarik dan sering kita jadikan sebagai bahan diskusi. Akan tetapi,  ajaran mengenai Allah Tritunggal bukanlah bahan diskusi atau teori yang diwahyukan oleh Yesus dan para Rasul, melainkan rangkuman seluruh iman dan karya Allah yang dilaksanakan dalam Kristus dan Roh Kudus bagi manusia. Sejarah keselamatan ini yang kemudian mau dirumuskan sebaik mungkin oleh Gereja. Rumusan dogma Allah Tritunggal menyangkut ‘pribadi’ jaman sekarang berbeda dengan jaman Konsili Konstatinopel. ‘ Tiga Pribadi’ bukan berarti tiga Allah melainkan tiga pribadi  ilahi yang mempunyai keunikan masing-masing.Allah Tritunggal ialah keyakinan bahwa Allah (Bapa) menyelamatkan manusia didalam Kristus (Putra) oleh Roh Kudus. Karya keselamatan Allah tidak selesai hanya dengan perutusan Putra saja. Manusia dipersatukan dengan Allah melalui Roh yang menghidupkan , kehadiran Allah yang selalu menggerakkan dan membaharui kita.
Sebelum perpisahan-Nya Yesus Kristus menjanjikan kedatangan Roh Kudus dan mengutus Roh Kudus dari Bapa yaitu Roh Kebenaran yang dari Bapa. Yesus tidak mengutus Roh dari diri-Nya sendiri  tetapi Roh yang diterima dari Bapa. Roh Kudus itu diutus oleh Bapa dan Putra, namun tidak sebagai 2 sumber yang tersendiri melainkan satu kesatuan dari Bapa dan Putra.
Memang Misteri Allah Tritunggal sulit diselami oleh manusia. Hal ini seperti digambarkan melalui legenda St. Agustinus. St. Agustinus keheranan melihat seorang anak kecil yang menggali lubang di pasir dan kemudian berusaha  menciduk air laut tersebut untuk dipindahkan kedalam lubang itu. Seperti inilah Allah Tritunggal yang sulit kita selami. Akan tetapi tidak demikian dengan cinta Allah yang sering kita alami. Misteri Allah Tritunggal menjadi keyakian iman yang perlu kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.
Kita dapat merefleksikan kehidupan mahasiswa STP IPI Malang. Mahasiswa STP IPI Mlang tidaklah banyak jika dibandingkan dengan mahasiswa dari universitas lain. Hampir berbagai suku dari seluruh Indonesia kuliah di sana. Berbagai suku mewakili berbagai sifat, budaya dan cara yang berbeda. Cara berfikir suku Batak berbeda dengan  suku Jawa dan suku-suku yang lainnya. Untuk mencapai satu tujuan, diperlukan adanya kesatuan. Untuk melaksanakn program tingkat, diperlukan kesatuan dan kekompakan anggota tingkat.
Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus,
Disinilah teladan Allah Tritunggal. Sebagaimana Allah Tritunggal yang bersatu demi tercapainya keselamatan manusia, seluruh mahasiswa  1 tingkat dipanggil membaharui hati dan budi, mengalahkan ego masing-masing. Dengan solidaritas yang erat, perselisihan dapat dihindarkan. Kesulitan yang dihadapi 1 orang menjadi tanggung jawab bersama. Kurnia berbeda tetapi Roh tetap satu, tugas pelayanan dan cita-cita berbeda tetapi Tuhan satu, bakat berbeda-beda tetapi Allah satu. Dengan perayaan  Tritunggal Maha Kudus, kita diajak untuk lebih mengimani dengan berharap, percaya, dan berdoa kepada Allah Tritunggal. Saling mengunjungi teman atau saudara yang sakit dapat menguatkan iman.
Sudahkah kita membuka diri terhadap Karya Roh Kudus yang ingin mempersatukan kita dengan Bapa dan Putra? Semoga dengan mengimani kita dipersatukan didalam Gereja, masyarakat dan keluarga. Berkat Tuhan selalu menyertai kita. Amin .
OLeh: Stephiana Ari Rita-Mahasiswa Tngkt.1
 STP IPI MALANG

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar